Rusia kembangkan teknologi “Swarm Drone” terkoordinasi berbasis Supercam UAV

Drone Supercam 350 RusiaRussian MoD

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan negara Rusia, Rostec, secara resmi memperkenalkan pengembangan teknologi terbaru yang memungkinkan operasi kelompok drone (swarm drone) secara terkoordinasi melalui platform pesawat tanpa awak (UAV) pengintai Supercam.

Sistem mutakhir ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi serangan di medan tempur dengan mengandalkan jaringan komunikasi yang terintegrasi antar unit drone.

Dalam rilisnya, Rostec menjelaskan bahwa versi terbaru dari drone Supercam telah dilengkapi dengan sistem transmisi data yang jauh lebih canggih.

Teknologi ini memungkinkan setiap drone dalam satu kelompok untuk saling berbagi informasi mengenai target yang terdeteksi secara otomatis tanpa harus menunggu instruksi manual dari pusat kendali di setiap langkahnya.

Melalui jaringan operasional yang terpadu, seluruh unit dalam kelompok tersebut dapat memiliki pemahaman situasi yang sama terhadap area operasi mereka.

Kemampuan sistem ini telah dibuktikan melalui serangkaian uji coba lapangan tahap awal. Dalam simulasi tersebut, sekelompok drone dilepaskan untuk beroperasi dalam mode patroli guna memindai wilayah yang luas secara mandiri.

Ketika salah satu drone berhasil mengidentifikasi target, koordinat tersebut langsung diteruskan kepada drone-drone lainnya lainnya dalam kelompok yang sama.

Setelah mendapatkan konfirmasi dari operator, sistem akan secara otomatis mengoordinasikan serangan simultan menggunakan amunisi presisi.

Hal ini memungkinkan seorang operator tunggal untuk mengendalikan hingga sepuluh drone penyerang secara bersamaan, sebuah peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan sistem konvensional.

Keunggulan lain dari sistem ini, tambah Rostec, terletak pada integrasi kecerdasan buatan berbasis jaringan saraf yang mendukung pemrosesan data secara otonom.

Teknologi kecerdasan buatan (AI) berfungsi untuk mengenali target secara otomatis, mengalokasikan tugas secara cerdas di antara drone yang tersedia, hingga menentukan prioritas urutan serangan.

Selain itu, sistem juga mampu menugaskan salah satu unit drone untuk tetap berada di lokasi guna memverifikasi hasil serangan dan memberikan laporan kerusakan.

Penggunaan platform Supercam, khususnya varian S350 yang sudah dikenal memiliki daya tahan terbang hingga lima jam, memberikan keunggulan jangkauan hingga 120 km dari stasiun kendali.

Dengan kemampuan meluncur menggunakan ketapel dan mendarat dengan parasut, sistem swarm drone ini diharapkan mampu memperkuat penetrasi Rusia terhadap sistem pertahanan udara lawan yang kompleks melalui serangan yang terkonsentrasi dan terorganisir. (AF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *