Belanda hibahkan kapal pemburu ranjau kelas Alkmaar kedua ke Ukraina untuk operasi pembersihan ranjau di Laut Hitam

HNLMS MakkumDutch MoD

AIRSPACE REVIEW – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada 16 April 2026 mengatakan, Belanda akan memberikan kapal pemburu ranjau kelas Alkmaar ke dua ke Ukraina, melanjutkan bantuan maritim pertama pada Maret 2023.

Kapal bernama Henichesk (nomor lambung M314) ini adalah bekas HNLMS Makkum (M857), dibangun tahun 1983 dan resmi dioperasikan pada 13 Mei 1985.

Ini adalah kedua yang dihibahkan oleh Belanda setelah HNLMS Vlaardingen (M863) yang kemudian berganti nama di Ukraina menjadi Melitopol (M312).

Kapal ini telah beroperasi dengan Angkatan Laut Kerajaan Belanda hingga 25 November 2024, atau hampir empat dekade mengabdi.

Selanjutnya, kapal tersebut menjalani perawatan dan dikonfigurasi ulang, dengan sebagian peralatannya diganti karena telah dilepas sebelumnya selama penonaktifan.

Awak kapal Ukraina juga telah dilatih di Belanda selama kurang lebih 12 hingga 15 minggu, termasuk pelatihan simulator dan fase laut yang dilakukan dari Zeebrugge dan lokasi lainnya.

Pelatihan meliputi navigasi, prosedur peperangan ranjau, pemadam kebakaran, dan pengendalian kerusakan, dengan dukungan dari personel Belanda, Belgia, dan Jerman.

Kapal Henichesk diharapkan mulai beroperasi dengan Angkatan Laut Ukraina paling cepat bulan Juni 2026 dan direncanakan untuk mengikuti latihan Sea Breeze pada tahun 2027.

Kapal kelas Alkmaar memiliki bobot muat penuh antara 543 dan 588 ton, panjang 51,5 m, lebar 8,9 m. Awak kapal mencapai 44 orang termasuk spesialis untuk operasi peperangan ranjau.

Penggeraknya menggunakan mesin diesel Werkspoor A RUB 215 V12 yang menghasilkan daya antara 1.370 dan 1.860 kW.

Kecepatan maksimumnya mencapai 15 knot, dengan jangkauan operasional sekitar 3.000 mil laut pada kecepatan jelajah 12 knot.

Kapal dilengkapi dengan sensor utama berupa sonar DUBM 21B, yang mampu mendeteksi dan mengklasifikasikan objek pada jarak mendekati 1 km dan kedalaman hingga sekitar 80 m.

Kapal juga membawa dua wahana yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV) PAP 104 yang dilengkapi kamera untuk mengkonfirmasi target secara visual. Wahana ini juga dapat mengirimkan muatan peledak untuk menghancurkan ranjau pada jarak jauh.

Navigasi kapal didukung oleh sistem radar Racal Decca 1229, sementara sistem pemetaan di atas kapal membantu dalam pelacakan dan klasifikasi kontak.

Selain operasi ROV, penyelam dapat dikerahkan untuk menempatkan muatan secara manual bila diperlukan. Metode operasionalnya melibatkan pemindaian dasar laut secara sistematis, identifikasi ranjau individual, dan netralisasi terkontrol.

Sedangkan untuk persenjataan bela diri pada kapal, hanya terbatas pada satu kanon 20 mm atau senapan mesin berat kaliber 12,7 mm.

Menyusul Henichesk, kapal Melitopol akan dioperasikan Angkatan Laut Ukraina di wilayah perairan Laut Hitam guna membersihkan ranjau laut yang disebarkan oleh Rusia. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *