GCAP capai tonggak baru: Kontrak pertama senilai 850 juta USD resmi bergulir

GCAPEdgewing

AIRSPACE REVIEW – Program kerja sama pertahanan ambisius antara Inggris, Jepang, dan Italia, yang dikenal sebagai Global Combat Air Programme (GCAP), secara resmi mengumumkan pemberian kontrak perdana senilai 850 juta USD.

Kontrak ini diberikan kepada Edgewing, entitas baru yang bertindak sebagai motor penggerak koordinasi operasional program jet tempur generasi keenam tersebut.

Didirikan pada tahun 2025, Edgewing merupakan perusahaan patungan (joint venture) strategis yang melibatkan tiga raksasa industri pertahanan dunia, yakni BAE Systems (Inggris), Leonardo (Italia), dan Japan Aircraft Industrial Enhancement Co. Ltd. (Jepang).

Meski otoritas desain teknis tetap berada di tangan masing-masing perusahaan induk, Edgewing memegang peran krusial sebagai manajer orkestrasi.

Entitas ini bertanggung jawab atas pembagian beban kerja (workshare), efisiensi rantai pasok global, dan penyelarasan standar teknis guna memastikan target operasional jet tempur pada tahun 2035 tercapai tanpa hambatan birokrasi.

GCAP lahir dari penggabungan dua proyek besar: program Tempest (Inggris-Italia) dan program F-X (Jepang).

Langkah ini dipandang sebagai respons strategis terhadap dinamika keamanan di Eropa dan Indo-Pasifik yang kian memanas.

Fitur utama jet tempur generasi keenam GCAP mencakup sistem sensor terintegrasi, yakni menggunakan radar multifungsi yang diklaim mampu memproses data setara dengan lalu lintas internet kota besar dalam hitungan detik.

Jet ini dirancang untuk beroperasi berdampingan dengan drone otonom (loyal wingman) yang dikendalikan oleh AI untuk pengintaian atau serangan pengalih.

Pesawat juga memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan senjata laser sebagai sistem pertahanan udara masa depan.

Pemberian kontrak senilai 850 juta USD menandai transisi GCAP dari sekadar kesepakatan politik di atas kertas menjadi fase pengembangan industri yang nyata.

Bagi Jepang, ini adalah pertama kali mereka bekerja sama dalam proyek pertahanan skala besar di luar Amerika Serikat sejak Perang Dunia II.

Sementara bagi Inggris dan Italia, ini adalah langkah krusial untuk tetap kompetitif di hadapan program rival seperti FCAS (Future Combat Air System) yang digarap Prancis, Jerman, dan Spanyol.

Dengan dana segar ini, Edgewing diharapkan segera memulai integrasi purwarupa sistem avionik dan pengujian mesin turbofan canggih yang akan menjadi jantung dari jet tempur paling mematikan di masa depan tersebut. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *