AIRSPACE REVIEW – Kekuatan udara Kerajaan Maroko memasuki babak baru dalam modernisasi armada helikopter serbunya.
Dengan diterimanya enam unit tambahan helikopter AH-64E Apache Guardian buatan Boeing pada 7 April 2026, Maroko kini memiliki total 12 unit operasional yang siap tempur, menandai berakhirnya era ketergantungan pada armada lama, SA342 Gazelle.
Pengiriman batch kedua ini sangat krusial karena memberikan densitas armada yang cukup bagi Angkatan Udara Kerajaan Maroko (RMAF) untuk melakukan rotasi pemeliharaan, pelatihan kru yang berkelanjutan, dan pembentukan detasemen tempur pertama yang sepenuhnya siap operasional.
Selama beberapa dekade, Maroko mengandalkan helikopter SA342 Gazelle buatan Perancis untuk peran pengintaian dan anti-tank.
Meski lincah, Gazelle memiliki keterbatasan dalam hal perlindungan lapis baja, kapasitas persenjataan, dan kemampuan operasi di malam hari atau cuaca buruk.
Transisi ke heli AH-64E Apache Guardian menghadirkan perbedaan kemampuan yang sangat kontras.
Berbeda dengan Gazelle yang sangat bergantung pada visibilitas visual, Apache dilengkapi radar Longbow dan sistem M-TADS/PNVS yang mampu mendeteksi dan mengunci target di segala cuaca.
Jika Gazelle terbatas pada beberapa rudal HOT, satu unit Apache Guardian mampu membawa hingga 16 rudal Hellfire, 76 roket, dan 1.200 butir amunisi meriam 30mm dalam satu misi.
AH-64E memiliki proteksi lapis baja tingkat tinggi yang dirancang untuk bertahan dari tembakan artileri antipesawat ringan, jauh melampaui Gazelle yang lebih rentan.
Akuisisi senilai miliaran dolar ini juga mencakup persenjataan canggih seperti rudal udara ke udara Stinger untuk pertahanan diri dan sistem roket presisi APKWS.
Kapasitas ini memberikan Maroko keunggulan kualitatif di Afrika Utara, terutama dalam menghadapi dinamika keamanan di wilayah Sahara dan persaingan strategis dengan Aljazair yang mengoperasikan Mi-28NE buatan Rusia.
Dengan tercapainya kapasitas operasional tempur ini, Maroko kini memiliki instrumen serangan udara yang mampu bekerja di dalam jaringan tempur modern (network-centric warfare), terintegrasi dengan jet tempur F-16 dan sistem roket HIMARS yang juga dimiliki oleh Rabat.
Akuisisi hel AH-64E Apache Guardian mempertegas status Maroko sebagai sekutu utama non-NATO bagi Amerika Serikat.
Melalui peta jalan kerja sama pertahanan hingga 2030, personel militer Maroko telah menjalani pelatihan transisi intensif bersama Garda Nasional Utah. (RNS)

