AIRSPACE REVIEW – Perusahaan RDA (Rheinmetall Defence Australia) telah mengirimkan tujuh unit pertama Boxer CRV (Combat Reconnaissance Vehicles) kepada Angkatan Pertahanan Australia (ADF) pada 27 Maret 2026.
Kendaraan-kendaraan tersebut diproduksi secara lokal di Pusat Keunggulan Kendaraan Militer Rheinmetall di Redbank, Queensland.
Kendaraan pertama ini merupakan bagian dari program yang lebih luas yang mencakup 211 Boxer CRV, termasuk 25 unit Block l yang sebelumnya dirakit di Jerman dan telah digunakan oleh Angkatan Darat Australia.
Fase produksi Blok II yang sedang berlangsung saat ini mencakup 186 kendaraan dalam tujuh varian berbeda, yaitu intai tempur, pengawasan, komando dan kendali, dukungan tembakan, perbaikan, pemulihan, dan ambulans.
Program Boxer CRV merupakan bagian dari LAND 400 Fase 2, bertujuan untuk memodernisasi armada lapis baja Angkatan Darat Australia guna menggantikan Australian Light Armoured Vehicle (ASLAV) atau LAV-25 yang telah beroperasi sejak tahun 1996.
Transisi ini mencerminkan pergeseran menuju sistem lebih berat dan terlindungi lebih baik yang mampu beroperasi di berbagai misi, mulai dari operasi stabilisasi hingga skenario pertempuran intensitas tinggi.
Tingkat perlindungan kendaraan dirancang untuk menahan ranjau darat atau alat peledak improvisasi (IED) dan ancaman balistik, dengan paket lapis baja modular yang memungkinkan adaptasi terhadap evolusi ancaman tanpa mendesain ulang seluruh kendaraan.
Khusus varian pengintai tempur, mengintegrasikan turet Lance yang dilengkapi dengan kanon otomatis 30 mm, dengan kecepatan tembak sekitar 200 butir per menit dan jangkauan efektif lebih dari 3.000 m.
Selain itu, kendaraan ini membawa sistem rudal antitank berpemandu Spike LR2, menawarkan jangkauan tembak hingga 5,500 m, dibekali hulu ledak tandem yang dirancang untuk menembus lapis baja reaktif modern.
Keluarga Boxer CRV yang memiliki bobot sekitar 35 ton, ditenagai menggunakan mesin diesel MTU 8V199 TE20 berdaya 720 ps, memungkinkan kecepatan maksimum 100 km/jam dan jangkauan operasi 1.000 km. (RBS)

