AIRSPACE REVIEW – Militer Denmark membentuk Skadron ke-729, Wing Angkut Udara, Angkatan Udara Kerajaan Denmark (RDAF) di Pangkalan Udara Aalborg. Skadron ini akan mengoperasikan empat pesawat tanpa awak jenis MALE (Medium Altitude Long Endurance), MQ-9B SkyGuardian.
Layanan pers Angkatan Bersenjata Kerajaan Denmark (Forsvaret) mengumumkan hal itu pada 16 Februari 2026 lalu.
Dikatakan bahwa mulai tahun 2028, drone ini akan digunakan untuk memantau kepentingan Denmark, termasuk di Arktik, Atlantik Utara, dan Laut Baltik.
Skuadron baru ini tidak hanya akan melaksanakan tugas-tugas untuk mendukung Forsvaret, tetapi juga untuk mendukung pemantauan lingkungan, operasi pencarian dan penyelamatan, dan kerja sama dengan intelijen Denmark.
Sebanyak 100 personel baru akan direkrut untuk megnawaki skadron tersebut.
Sebelumnya pada tanggal 22 Juli 2025, Badan Pengadaan Kementerian Pertahanan Denmark, FMI, memesan empat dron MQ-9B SkyGuardian dari perusahaan AS General Atomics Aeronautical Systems Inc. (GA-ASI).
Akuisisi termasuk tiga stasiun kendali darat, paket pelatihan, dukungan pemeliharaan, dan peralatan yang diperlukan.
MQ-9B akan memainkan peran kunci dalam kesiapan Denmark di wilayah Arktik, Atlantik Utara, dan Laut Baltik.
Dengan daya tahan yang lama dan kemampuan intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR), drone ini akan membantu memberikan kesadaran situasional secara waktu nyata, baik di masa damai maupun dalam manajemen krisis.
Pengiriman drone dijadwalkan pada tahun 2028–2029. Pelatihan para operatornya akan dilaksanakan di Amerika Serikat.
Sementara itu, pada 8 Januari lalu, Departemen Luar Negeri AS juga telah menyetujui potensi penjualan 100 rudal antitank berpemandu AGM-114R2 Hellfire II sebagai bagian dari paket senilai 45 juta USD.
MQ-9B SkyGuardian adalah varian standar NATO dari MQ-9A Reaper. Drone ini diperkenalkan pada Februari 2016, dengan sayap yang lebih panjang serta penambahan winglet.
Penambahan perangkat tersebut memperpanjang daya tahan di udara dari 27 menjadi 40 jam serta mampu terbang hingga ketinggian 15.000 m.
Drone telah dilengkapi dengan sistem anti-es dan menggunakan material komposit yang tahan terhadap sambaran petir. Varian maritim drone ini diberi nama SeaGuardian.
Selain Denmark, platform MQ-9B sejauh ini telah dioperasikan oleh Amerika Serikat, Inggris, Belgia, Polandia, Kanada, Jerman, Jepang, India , Taiwan, dan Qatar. (RNS)

