Nah ini dia, seorang tentara Rusia berpura-pura mati di medan perang dan selamat dari tembakan brutal pasukan Ukraina

Soerang tentara Rusia selamat dari tembakan pasukan Ukraina dengan berpura-pura matiTelegram

AIRSPACE REVIEW – Seorang anggota Pasukan Militer Khusus dari Republik Tatarstan, Federasi Rusia selamat dari pertempuran brutal dengan pasukan Ukraina setelah berpura-pura mati. Prajurit berusia 36 tahun itu berasal dari Zainsk dan menggunakan call sign “Rybak” di garis depan.

Tatar-inform melaporkan, Rybak menandatangani kontraknya pada tahun 2022 dan langsung pergi ke garis depan medan perang Ukraina. Spesialisasinya adalah operator peluncur granat otomatis.

Selama bertahun-tahun bertugas, Rybak telah beberapa kali berpindah unit. Ia telah mengalami pertempuran sengit, cedera, dan kehilangan rekan-rekan di kelompoknya.

Diceritakan bahwa pada saat kejadian, pasukan Rusia melakukan penyerbuan ke sebuah lokasi tempat pasukan Ukraina berada.

Dalam pertempuran itu, unit pasukan Rybak ternyata menderita kerugian besar, dan prajurit yang terluka harus dievakuasi di bawah tembakan musuh yang brutal.

“Saya membalut luka semua orang dan memasang perban pengikat. Mereka merangkak menjauh, kurang lebih setengah kilometer. Dan saya tetap tinggal di belakang,” kenang prajurit itu.

Berbeda dengan teman-temannya, Rybak tidak sempat mengungsi. Tak lama berselang, drone Ukraina muncul dan berputar-putar di udara untuk memantau area tersebut.

Menyadari maut kembali mengintai, secapat kilat Rybak berbaring tak bergerak untuk waktu yang lama. Tindakan ini ia lakukan agar musuh mengira tidak ada lagi pasukan Rusia yang masih hidup atau tersisa di lokasi tersebut.

Ketika hari mulai gelap, dia mencoba merangkak pelan-pelan untuk meninggalkan lokasi itu. Namun beberapa detik kemudian, terdengar pasukan Ukraina melepaskan tembakan-tembakannya.

Menurut Rybak, waktu seolah langsung berhenti. Jantungnya seperti berhenti berdegup. Ia menangkan diri.

Ia kemudian diam lagi, membeku seperti orang yang sudah mati. Dalam hatinya ia bertekad untuk tidak menyerah, namun harus mengambil taktik yang tepat agar selamat. Tujuannya saat itu, adalah kembali ke lokasi asal pasukan Rusia.

Kendalanya, dalam kegelapan itu dia harus melintasi lapangan terbuka, yang dapat memungkinkannya untuk diketahui musuh.

Setelah situasi dirasa tenang kembali, sedikit demi sedikit ia merangkak lagi. Kadabg dia harus kembali diam dan berpura-pura mati lagi setiap kali terdengar drone musuh muncul.

Tak lama berselang, tiba-tiba pesawat tempur Rusia datang dan melancarkan serangkaian serangan udara terhadap pasukan Ukraina. Pasukan Kyiv pun berpencar dan akhirnya kocar-kacir mundur dari tempat itu.

Kesempatan dalam kesempitan itulah yang kemudian dimanfaatkan Rybak untuk secepatnya lari ke tempat pasukan Rusia. Ia lolos dari maut.

Rybak mengaku tidak mungkin dapat melupakan momen pertempuran itu. Saat menceritakan kisahnya ini, ia sedang cuti dan akan segera bergabung lagi dengan Angkatan Bersenjata Rusia untuk kembali bertempur.

Perang memang melelahkan dan mempertaruhkan nyawa dengan nyata. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *