AIRSPACE REVIEW – Grup Kalashnikov dari Rusia secara resmi mengumumkan dimulainya produksi massal versi terbaru submachine gun (SMG) PPK-20 untuk memenuhi kontrak tahun 2026.
Langkah ini menandai fase baru dalam doktrin persenjataan infanteri dan pasukan khusus Rusia, di mana senjata ringan kini dituntut memiliki daya gempur setara senapan serbu dalam dimensi yang ringkas.
PPK-20 (singkatan dari Pistolet-Pulemet Kalashnikova 2020) awalnya dikembangkan dari basis Vityaz-SN. Jika pendahulunya banyak digunakan oleh unit kepolisian, PPK-20 dirancang khusus untuk kebutuhan militer yang lebih ekstrem.
Awalnya, senjata ini dipromosikan sebagai bagian dari survival kit pilot pesawat tempur Angkatan Dirgantara Rusia (VKS). Namun, berdasarkan pengalaman dalam konflik di Ukraina, penggunaan senjata ini meluas ke unit pengintai (reconnaissance) dan operator kendaraan lapis baja yang membutuhkan mobilitas tinggi tanpa mengorbankan daya tembus.
Dalam produksi senjata ini, Kalashnikov juga melakukan pembaruan yang berfokus pada fleksibilitas balistik yang membuat PPK-20 versi 2026 lebih unggul dari produk terdahulu.
Optimalisasi amunisi 7N21 dilakukan terhadap peluru 7N21 9×19 mm, amunisi overpressure yang dirancang khusus untuk menembus rompi antipeluru (kevlar) kelas berat.
Hal ini menjawab tantangan di medan perang modern di mana hampir semua personel lawan menggunakan perlindungan tubuh tingkat tinggi.
Meski dioptimalkan untuk peluru standar Rusia, PPK-20 juga tetap dapat menggunakan amunisi 9×19 mm Parabellum standar NATO, menjadikannya SMG ini sebagai komoditas ekspor yang menarik.
Dari sisi ergonomi, perubahan pada desain popor yang dapat dilipat dan disesuaikan (adjustable telescopic stock), pistol grip yang lebih ergonomis, dan penambahan rel Picatinny untuk optik modern, juga merupakan hasil langsung dari masukan prajurit di medan tempur.
Versi terbaru juga dilengkapi dengan sistem quick-release suppressor yang lebih efektif, memungkinkan transisi cepat dari pertempuran terbuka ke operasi senyap.
Perusahaan mengatakan, standardisasi baru ini sebagai langkah penyiapan PPK-20 yang kemungkinan besar akan menggantikan peran AKS-74U yang sudah menua.
Dengan bobot hanya sekitar 2,5 kg tanpa magasin, PPK-20 memberikan rasio kekuatan terhadap berat yang jauh lebih efisien untuk pertempuran jarak dekat.
PPK-20 SMG ini memiliki panjang total 410 mm (dari sebelumnya 460 mm) dengan popor terlipat, dan 640 mm (dari sebelumya 700 mm) dengan popor terentang.
Kapasitas magasin sebanyak 30 butir peluru (sama dengan versi terdahulu), dan laju tembak 800 butir/menit (sama dengan versi terdahulu).
Untuk berat keseluruha, PPK-20 versi terbaru 2,5 kg, sementara versi terdahulu 2,9 kg. (RNS)

