Republik Ceko akan mengirim jet tempur medium ke Ukraina untuk menghancurkan drone Rusia, kemungkinan L-159 ALCA
Wikipedia AIRSPACE REVIEW – Republik Ceko sedang melaksanakan persiapan untuk mengirimkan pesawat tempur medium ke Ukraina khusus untuk melawan drone Rusia. Presiden Petr Pavel mengatakan hal ini dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv pada 16 Januari lalu.
Pavel menyatakan bahwa Praha dapat mengirimkan beberapa pesawat tempur menengah dalam jangka waktu yang relatif singkat.
Pesawat-pesawat tersebut, ujarnya, sangat efektif untuk digunakan melawan drone, meskipun ia tidak menyebutkan model pastinya.
Namun, media mengutip bahwa pada tahun-tahun sebelumnya Pavel telah menyarankan pesawat serang ringan L-159 ALCA buatan Ceko dapat dipasok ke Ukraina.
“Republik Ceko dapat, dalam waktu yang relatif singkat, menyediakan beberapa pesawat tempur menengah yang sangat efektif dalam memerangi drone, dan saya yakin kita akan dapat menyelesaikan ini dengan cepat dan sukses,” kata Pavel dikutip Reuters.
Selain pesawat, Presiden Republik Ceko menyebutkan bahwa pemerintahannya juga akan menyediakan kemampuan peringatan dini, termasuk sistem radar pasif.
L-159 ALCA
Jet tempur L-159 ALCA (Advanced Light Combat Aircraft) merupakan pesawat tempur ringan subsonik buatan industri dalam negeri, Aero Vodochody. Pesawat-pesawat ini diproduksi antara tahun 1999 hingga 2004.
Pesawat yang akan ditransfer ke Ukraina kemungkinan besar adalah pesawat bekas dari armada aktif atau cadangan milik Angkatan Udara Republik Ceko.
Ceko awalnya memesan 72 unit pada akhir 1990-an, namun karena pemotongan anggaran, mereka hanya mengoperasikan sekitar 24 unit dan sisanya disimpan atau dijual ke negara lain seperti Irak dan perusahaan kontraktor militer swasta seperti Draken International.
Meskipun pesawat ini bukan tandingan untuk melawan jet tempur berat Rusia, seperti Su-35, L-159 dianggap sangat efektif untuk misi-misi spesifik di Ukraina, termasuk untuk melawan drone dan rudal jelajah.
Kecepatan subsonik pesawat ini justru memudahkan pilot untuk membidik target yang bergerak lebih lambat seperti drone seperti drone Geran-2 Rusia atau rudal jelajah.
Selain itu, pesawat ini mampu digunakan untuk menyerang posisi darat musuh dengan presisi tinggi menggunakan bom pintar atau roket.
Yang utama lagi, L-159 dapat digunakan untuk membantu pilot Ukraina membiasakan diri dengan avionik, sistem radar, dan persenjataan standar NATO.
L-159 terbang dengan kecepatan maksimum 936 km/jam dan jangkauan operasi mencapai 1.570 km. Pesawat yang ditenagai mesin tunggal Honeywell F124-GA-100 ini dilengkapi radar Leonardo Grifo-L (Multi-mode Doppler).
Dalam hal persenjataan, pesawat dapat membawa persenjataan standar berupa rudal udara ke udara AIM-9 Sidewinder, rudal udara ke darat AGM=65 Maverick, dan bom berpemandu laser atau bom konvensional seberat 500 kg.
Persenjataan tambahan berupa pod meriam 20 mm atau 23 mm untuk serangan darat jarak dekat.
Menurut perusahaan, biaya operasional jet L-159 terbilang lebih murah dibanding jet tempur buatan Barat lainnya. (RNS)

