AIRSPACE REVIEW – Ukraina telah menerima 26 howitzer swagerak (SPH) Archer dari Swedia dari 44 yang dijanjikan. Kedutaan Besar Swedia di Ukraina mengumumkan hal ini pada 8 Januari.
“Swedia telah menghadiahkan Ukraina 26 howitzer swagerak Archer. Pasukan Ukraina, termasuk Brigade Artileri ke-45, sangat memuji sistem ini karena efektivitasnya yang luar biasa terhadap posisi Rusia pada jarak hingga 50 km,” bunyi pernyataan kedutaan besar di X.
Ditambahkan, penggunaan intensif Archer telah menyebabkan keausan laras yang cepat, sehingga mendorong pengiriman lebih banyak laras pada pertengahan tahun 2025.
Pengiriman 10 laras cadangan pertama kali diumumkan pada Juli 2025, namun jumlah total yang dikirimkan tidak disebutkan.
Sebelumnya, pada bulan September, Menteri Pertahanan Swedia Pål Jonson mengumumkan paket bantuan militer ke-20 Ukraina senilai 836 juta USD.
Sebagian dari paket tersebut akan digunakan untuk membeli 18 sistem Archer tambahan sehingga jumlah total yang akan dikirimkan ke Ukraina menjadi 44 unit.
Swedia pertama kali memutuskan untuk menyediakan sistem Archer ke Ukraina pada Januari 2023 melalui paket bantuan militer pertamanya.
Pada November tahun itu, tentara dari Brigade Artileri ke-45 Ukraina memamerkan sistem tersebut dalam pengoperasiannya.
Pasukan Ukraina telah secara aktif mengerahkan Archer di garis depan, khususnya untuk operasi anti-artileri. Sistem beroda ini juga telah diintegrasikan ke dalam Brigade Artileri ke-43.
Sistem Archer dapat sepenuhnya dikerahkan hanya dalam 20 detik. Semua proses persiapan, dari pengaturan hingga penembakan, sepenuhnya otomatis dan dikendalikan dari kabin, memungkinkan operasi yang cepat dan tepat dalam kondisi pertempuran.
Archer SPH dikembangkan oleh BAE Systems Bofors, Swedia. Sistem ini dirancang untuk memberikan mobilitas, daya hancur, dan kemampuan bertahan yang unggul, serta dapat mengimbangi pergerakan pasukan darat yang cepat.
Senjata Utama Archer SPH berupa meriam/Howitzer 155 mm L/52 yang sepenuhnya otomatis.
Sistem Archer awalnya menggunakan sasis Volvo A30D 6X6. Konfigurasi yang lebih baru dipasang pada truk taktis Rheinmetall MAN HX2 8X8.
Sistem ini hanya memerlukan 3 hingga 4 personel, yaitu komandan, pengemudi, dan dua operator.
Jarak tembak menggunakan amunisi standar sejauh 30 km. Bila menggunakan amunisi Base Bleed (HEER) mencapai lebih dari 40 km.
Pada 6 Januari, Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson menyatakan bahwa Stockholm siap untuk menyediakan jet tempur Gripen bagi Ukraina dan menyumbangkan aset angkatan laut untuk membersihkan ranjau dari Laut Hitam setelah perjanjian damai dengan Rusia tercapai. (RNS)

