AIRSPACE REVIEW – Ukraina dilaporkan sedang membentuk secara khusus divisi dan unit yang dipersenjatai dengan drone pencegat untuk menarget drone kamikaze Rusia, Geran-2 (Shahed-136 Iran).
Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Jenderal Oleksandr Syrskyi mengatakan langkah ini sebagai bagian dari sistem pertahanan udara berlapis Ukraina di mana garis pencegatan sedang dibangun jauh dari kota-kota besar.
“Kami terus membentuk divisi UAV pertahanan udara terpisah. Kami membentuk unit permanen drone pencegat di dalam pusat pelatihan,” ujarnya dikutip media Ukraina.
Syrskyi menekankan bahwa tugas utama pada tahap ini adalah memperkuat arah drone pencegat.
Selain itu,Ukraina juga terus meningkatkan jumlah drone, stasiun kontrol darat, dan sistem radar, dan pelatihan operator.
Ia menggarisbawahi penggunaan drone pencegat secara bertahap meningkat, seiring dengan peningkatan efektivitasnya.
Syrskyi menambahkan, kebutuhan militer Ukraina dipasok dari sumber daya tambahan yang berasal dalam negeri serta dukungan dari mitra internasional untuk melawan serangan drone Rusia.
Drone Pencegat Ukraina

Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina tidak merinci drone apa saja yang akan digunakan oleh Divisi Drone Pencegat Ukraina.
Namun dari berbagai penelusuruan, setidaknya Ukraina telah memiliki sejumlah drone yang dapat diandalkan untuk tugas tersebut.
Beberapa pemberitaan belakangan juga menyoroti perkembangan drone dalam negeri Ukraina yang ditujukan untuk tugas tersebut.
Dua di antara drone Ukraina yang telah dikembangkan dan digunakan oleh pasukan Ukraina untuk melaksanakan misi pencegatan terhadap drone Geran-2 Rusia adalah drone antidrone Sting dan Bullet.
Drone Sting adalah jenis drone quadcopter (empat baling-baling) yang dikendalikan dengan kaca mata VR (FPV).
Drone yang dikembangkan oleh kelompok relawan Wild Hornets ini dirancang untuk kecepatan yang sangat tinggi, dilaporkan mencapai 315 km/jam atau melebihi kecepatan Shahed-136 yang berkisar 180-200 km/jam.
Sting dirancang untuk sebagai drone kamikaze yang akan menabrakkan diri terhadap drone Geran-2 Rusia.
Sting telah dilaporkan sangat efektif, dengan klaim telah menghancurkan ratusan drone Rusia termasuk drone Shahed.
Drone kedua yang berpotensi digunakan pasukan Ukraina di divisi drone pencegat adalah Bullet.
Sama dengan Sting, Bullet drone yang dirancang Ukraina sebagai drone antidrone. Drone buatan General Cherry ini adalah jenis quadcopter dengan kecepatan terbang dilaporkan mencapai 309 km/jam.
Perusahaan mengoptimalkan desain quadcopter agar memiliki hambatan angin yang minimal (drag) sehingga mencapai kecepatan tertinggi sambil tetap mempertahankan kemampuan lepas landas dan manuver vertikal yang khas dari multirotor.
Drone lain yang dapat diberdayakan sebagai kekuatan divisi drone pencegat adalah drone Bayraktar TB2 dari Turkiye.
Meskipun peran utamanya adalah serangan darat dan pengintaian, drone jenis UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle) yang berukuran lebih besar dari Sting dan Bullet ini, secara teoritis mampu melacak dan menyerang drone Shahed-136, dari ketinggian yang lebih tinggi.
Akan tetapi, drone ini jelas lebih mahal dari dua drone yang telah disebutkan sebelumnya, sehingga dari sisi biaya kurang efisien apabila digunakan sebagai drone pencegat. (RNS)

