AIRSPACE REVIEW – Italia meningkatkan daya serang jarak jauh jet tempur F-35 dengan rencana mengakuisisi 100 rudal jelajah AGM-158B/B-2 JASSM-ER. Pembelian ini menjadikan armada F-35 Italia sebagai jet tempur paling berkemampuan di NATO untuk misi serangan strategis.
Perjanjian senilai 301 juta USD ini telah disetujui disahkan oleh pemerintah Amerika Serikat dan secara resmi telah dikomunikasikan kepada Kongres AS melalui Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan (DSCA).
Paket yang disetujui tidak hanya mencakup rudal, tetapi juga seluruh rangkaian peralatan yang diperlukan untuk integrasinya ke dalam F-35 Angkatan Udara Italia.
Perlengkapan yang akan diakuisisi mencakup peralatan uji rahasia, kontainer pengangkut, perangkat kriptografi KGV-135A, suku cadang, perangkat lunak misi, dokumentasi teknis lengkap, logistik, transportasi, dan dukungan teknis.
Dirancang untuk operasi serangan jarak jauh, JASSM-ER menawarkan jangkauan lebih dari 1.000 km, sehingga memungkinkan F-35 Italia meluncurkan rudal jauh melampaui jangkauan sistem pertahanan musuh tercanggih.
Dengan panduan gabungan, navigasi inersia, GPS, dan pencari terminal inframerah, rudal ini mempertahankan akurasi tinggi bahkan di lingkungan yang diperebutkan.
Hulu ledaknya mampu menembus target yang berbobot sekitar 450 kg, sehingga cocok untuk menghancurkan bunker, pusat komando, instalasi militer yang dibentengi, dan infrastruktur penting.
Lockheed Martin, produsen JASSM-ER, akan menjadi kontraktor utama program ini. Perusahaan akan memproduksi rudal dan menyediakan semua dukungan teknis untuk integrasinya dengan F-35.
Dengan akuisisi baru ini, F-35 Italia tidak lagi sekadar platform siluman canggih, melainkan mulai menjalankan peran yang lebih luas sebagai vektor serangan strategis, yang mampu menjangkau target bernilai tinggi di wilayah dengan pertahanan ketat.
Langkah ini juga memperkuat komitmen Italia terhadap modernisasi berkelanjutan angkatan bersenjatanya dan kontribusinya terhadap postur pertahanan NATO. (RNS)

