AIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan Israel (IMOD) akan menyelesaikan kesepakatan kontrak untuk pengadaan dua pesawat pengisian bahan bakar di udara tambahan KC-46A Pegasus dari Boeing, Amerika Serikat.
Penambahan pesawat tanker udara ini akan meningkatkan kapabilitas kemampuan pengisian bahan bakar udara Angkatan Pertahanan Israel (IDF) dalam melaksanakan misi-misi operasinya.
Pengadaan pesawat tanker tambahan dipimpin oleh Direktur Jenderal IMOD, Mayor Jenderal Amir Baram. .Saat ini proses masih berjalan di mana IMOD sedang menunggu lampu hijau dari Komite Menteri Pengadaan Pertahanan Israel.
Kontrak ini bernilai sekitar $500 juta dan akan dibiayai oleh dana bantuan AS.
Baram mengatakan, dua pesawat tanker KC-46A tambahan ini adalah pesawat yang kelima dan keenam yang akan memperkuat Angkatan Udara Israel (IAF), salah satu cabang dari IDF.
Penambahan pesawat tanker, ujarnya, dapat memungkinkan Israel menjangkau medan tempur yang jauh dengan kekuatan dan jangkauan yang lebih besar.
“Kami akan terus bekerja sama untuk memperkuat IDF dalam kampanye saat ini dan menghadapi tantangan di masa depan,” kata Baram.
Kesepakatan terbaru ini merupakan tindak lanjut dari kontrak sebelumnya IMOD dengan Pemerintah AS.
Pesanan pertama, yang diumumkan pada tahun 2022, mencakup empat pesawat tanker Boeing KC-46A senilai 927 juta USD.
KC-46A adalah pesawat berbadan lebar yang dirancang Boeing untuk transportasi bahan bakar, kargo, pengangkutan penumpang, dan evakuasi medis.
Pada bulan Maret 2020, Departemen Luar Negeri AS menyetujui penjualan militer asing senilai sekitar 2,4 miliar USD untuk hingga delapan pesawat KC-46 ke Israel.
Presiden Boeing Israel, Mayor Jenderal Ido Nehushtan, mengatakan Boeing bangga dengan kemitraan jangka panjangnya dengan Israel. Hubungan ini, kata dia, telah terjalin sejak negara Israel berdiri.
Pada bulan November 2024, Boeing mendapatkan kontrak senilai 2,38 miliar USD untuk 15 pesawat KC-46A dari Angkatan Udara AS (USAF). (RNS)

