AIRSPACE REVIEW – Pada 18 Juni 2025 Iran menyatakan telah meluncurkan rudal balistik Sejjil (Belerang) untuk menyerang target di Israel.
Teheran mengklaim, jika diluncurkan dari kota Natanz rudal tersebut dapat mencapai Tel Aviv dalam waktu kurang dari tujuh menit.
Penggunaan rudal Sejjil ini terkonfirmasi, namun Israel mengklaim berhasil menceatnya dan rudal tersebut pecah di udara menyebabkan kerusakan kecil pada sebuah kendaraan.
Sejjil merupakan keluarga rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat. Rudal ini dirancang sebagai pengganti rudal balistik berbahan bakar cair Shahab dan mulai masuk dalam layanan pada 2014.
Sumber Pentagon AS mengatakan, profil rudal Sejjil sangat mirip dengan Ashura, Ghadr-110, dan Samen.
Sejjil memiliki bobot sekitar 23,600 kg, panjang 17,57 m, dan diameter 125 cm. Rudal ini dibekali muatan hulu ledak lebih dari 500 kg.
Jangkauan tembak Sejjil diperkirakan mencapai 2.000 hingga.2.500 km. Dengan kesalahan melingkar (CEP) sekitar 10 m saja.
Tidak seperti rudal balistik jarak menengah Shahab-3 yang hanya diluncurkan secara vertikal, Sejjil dapat diluncurkan pada sudut yang bervariasi.
Kehadiran Sejil menghadirkan tantangan yang jauh lebih besar bagi musuh potensial Iran, karena rudal berbahan bakar padat dapat diluncurkan jauh lebih cepat dibandingkan rudal berbahan bakar cair.
Tak berhenti pada Sejjil generasi pertama, industri pertahanan Iran dilaporkan tengah mengembangkan varian Sejjil-2 dan Sejjil-3, dengan jangkauan yang lebih jauh lagi. (RBS)

