Setelah mengakuisisi 16 jet tempur JF-17 dari Pakistan, Azerbaijan dilaporkan berencana menambah 24 unit lagi

Azerbaijan berencana menambah 24 JF-17 dari PakistanVia X

AIRSPACE REVIEW – Azerbaijan dilaporkan berencana untuk menambah 24 unit jet tempur JF-17 Thunder Block III dari Pakistan senilai 4,2 miliar dolar AS (USD).

Sebelumnya, negara di Asia Barat Daya ini telah mengakuisisi 16 jet yang sama melalui kontrak senilai 1,6 miliar dolar AS pada Februari 2024.

Pada bulan Oktober di tahun yang sama, Defense Post mengutip sumber pertahanan menyebut bahwa Azerbaijan telah mengintegrasikan JF-17 ke dalam armada angkatan udaranya.

Sementara konfirmasi resmi dari Baku masih tertunda, potensi penambahan jet tersebut menggarisbawahi strategi Azerbaijan dalam memodernisasi angkatan udaranya di tengah lanskap keamanan regional yang kompleks.

JF-17 dikembangkan bersama oleh Pakistan Aeronautical Complex (PAC) dan Chengdu Aircraft Industry Group (CAIG) dari China.

Pesawat ini dapat membawa beragam persenjataan buatan China seperti rudal PL-15E yang berjangkauan 100 mil dan juga rudal udara ke udara Gökdoğan serta Bozdoğan buatan Turkiye.

Pesawat memiliki delapan gantungan untuk membawa muatan eksternal seberat hingga 4 ton untuk melakukan serangan udara ke udara maupun udara ke permukaan.

JF-17 Thunder Block III dirancang sebagai pesawat tempur ringan multiperan bermesin tunggal untuk memenuhi tuntutan peperangan udara modern.

Dengan panjang 14,93 m dan lebar sayap 9,46 m, pesawat yang ditenagai oleh mesin turbofan RD-93MA buatan Rusia itu mampu terbang dengan kecepatan tertinggi Mach 1,6 dan ketinggian terbang hingga 50.000 kaki.

Dari sisi sensor, pesawat dilengkapi radar active electronically scanned array (AESA) KLJ-7A yang canggih buatan China.

Radius tempur JF-17 sekitar 1.200 km. Kemampuannya untuk beroperasi dari lapangan udara yang sulit dinilai sangat cocok untuk kebutuhan strategis Azerbaijan, khususnya di medan terjal Kaukasus Selatan.

Partisipasi jet tempur tersebut dalam latihan multinasional seperti Spears of Victory 2025 di Arab Saudi, bersama dengan jet tempur canggih seperti Rafale dan F-15 membuat pilot-pilot Pakistan semakin mahir memanfaatkan keunggulannya. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *