AIRSPACE REVIEW – Departemen Luar Negeri AS pada 21 Mei telah menyetujui permintaan Polandia untuk pembelian sejumlah besar bom berdiameter kecil (SDB) GBU-39/B buatan Boeing.
Senjata tersebut akan digunakan oleh skadron pesawat tempur multiperan Angkatan Udara Polandia.
Sebelumnya, Polandia mengajukan permohonan untuk membeli hingga 1.400 bom GBU-39/B dan empat versi pelatihan GBU-39/T-1.
Paket yang disetujui AS juga mencakup model ukuran dan berat, peralatan diagnostik, suku cadang, layanan dukungan operasional, serta dukungan pelatihan dan logistik.
Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS (DSCA) menilai total paket potensi penjualan bom ke Polandia ini bernilai maksimum 180 juta USD.
Meski demikian disebutkan bahwa biaya akhir baru akan diketahui setelah penandatanganan Surat Penawaran dan Penerimaan (LOA) antara pemerintah kedua negara.
Boeing, sebagai produsen bom SDB ditunjuk menjadi kontraktor utama dalam kesepakatan potensial ini.
Pada bulan Oktober 2024, Departemen Luar Negeri AS telah mengizinkan penjualan unit individual bom GBU-39/B dan GBU-53/B ke Polandia bersamaan dengan persetujuan paket modernisasi jet tempur Lockheed Martin F-16C/D.
Permintaan saat ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan serangan skadron F-16C/D Polandia, terutama setelah peningkatannya ke standar F-16V.
Bom tersebut juga akan digunakan oleh pesawat F-35A Polandia dan kemungkinan akan diintegrasi pula dengan pesawat F/A-50PL di masa mendatang.
Bobot GBU-39/B yang ringan menjadi keunggulan utama bom ini yang dapt mengurangi kerusakan tambahan di sekitar area sasaran.
Selain itu, penggunaan rak BRU-61/A memungkinkan pengangkutan hingga empat bom pada gantungan tunggal. Hal ini secara signifikan meningkatkan potensi tempur pesawat multiperan.
Dilengkapi dengan sistem panduan GPS, bom GBU-39/B dapat menyerang target stasioner hingga jarak 100 km dari titik peluncurannya.
Boeing saat ini sedang memenuhi kontrak untuk produksi batch ke-20 bom ini, dengan opsi pengiriman lanjutan hingga tahun 2035. (RNS)

