Pembom Tu-22M3 Rusia jatuh di wilayah Irkutsk, satu dari empat awaknya tewas
MoD/TASS AIRSPACE REVIEW – Sebuah pesawat pengebom Angkatan Udara Rusia jenis Tu-22M3 Backfire-C jatuh selama penerbangan rutin distrik Usolsky di wilayah Irkutsk pada 2 April 2025.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan keempat awak pesawat berhasil melontarkan diri dari pesawat. Sayang, satu pilot tewas saat mendarat di tanah, namun tidak dijelaskan penyebabnya.
Dilaporkan, pesawat tersebut jatuh di daerah tak berpenghuni dan tidak ada korban jiwa atau kerusakan yang dilaporkan di darat.
Menurut informasi yang diberitakan media Rusia, kecelakaan itu disebabkan oleh kerusakan teknis.
Tidak ada senjata yang dibawa oleh pesawat saat kecelakaan terjadi. Militer Rusia mengatakan bahwa penerbangan tersebut merupakan misi pelatihan terjadwal.
Tu-22M3 merupakan satu dari tiga serangkai pesawat pembom strategis Rusia, dua lainnya adalah Tu-95 Bear dan Tu-160 Blackjack.
Pesawat awalnya dikembangkan selama Perang Dingin untuk membawa senjata nuklir. Kini, pesawat bersayap geometri variabel ini telah digunakan untuk melancarkan serangan rudal jelajah konvensional, termasuk serangan rudal Kh-22 dan Kh-32 terhadap target infrastruktur di Ukraina.
Hingga tahun 2024, Angkatan Dirgantara Rusia dilaporkan mengoperasikan 57 Tu-22M3.
Sebagai catatan, dengan pecahnya Uni Soviet pada Desember 1991, Angkatan Udara Ukraina memperoleh 60 pesawat versi Tu-22M.
Namun berdasarkan perjanjian Nunn–Lugar Cooperative Threat Reduction yang dipimpin oleh AS, seluruh pesawat dinon-aktifkan pada 2006, termasuk lebih dari 400 rudal Kh-22 yang digunakan mempersenjatainya. (RBS)

