General Electric pisahkan bisnis energi dan penerbangan dengan meluncurkan GE Aerospace sebagai perusahaan mandiri

F-15EXBoeing

AIRSPACE REVIEW – Raksasa industri Amerika General Electric melakukan pemisahan bisnis energi dan bisnis penerbangan dengan meluncurkan GE Aerospace sebagai perusahaan mandiri. Hal ini merupakan langkah terakhir dari perpecahan General Electric menjadi tiga perusahaan individual yang telah lama ditunggu-tunggu saat pertama kali diumumkan pada tahun 2021.

CEO GE Aerospace Larry Culp, yang memimpin General Electric sejak 2018, membuka bel pembukaan Bursa Efek New York kemarin, sekaligus merayakan transisi GE Aviation menjadi perusahaan publik bersamaan dengan spin-off energi GE Vernova dan GE Health Care tahun lalu.

Unit kedirgantaraan General Electric sebagian besar tetap stabil bahkan ketika perusahaan tersebut terpuruk setelah krisis keuangan tahun 2008 yang memaksa pemerintah AS untuk memberikan dana talangan (bailout) pada unit perbankan GE Capital.

GE Aerospace memproduksi mesin untuk pesawat militer seperti F-15EX Eagle II, F-16 Viper, E-7 Wedgetail, dan T-7A Red Hawk, serta mesin helikopter untuk UH-60 Black Hawk, AH-64 Apache, dan CH -53K King Stallion.

Musim panas lalu, Kepala Propulsi Angkatan Udara AS John Sneden mengatakan bahwa USAF berencana untuk mendanai prototipe Propulsi Adaptif Generasi Berikutnya (NGAP) dari GE Aerospace dan Pratt & Whitney daripada memotong satu pesaing pada awal tahun 2024. Pemenang kompetisi NGAP akan memberi daya pada pesawat jet tempur NGAD (Next Generation Air Dominance).

Culp mengatakan pada bulan Maret bahwa GE Aerospace bersedia untuk terus memasukkan uang perusahaan ke dalam mesin XA100 canggihnya, yang dianggap sebagai dasar desain NGAP. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *