F-16 TNI AU tuntaskan serangan udara ke darat dalam Super Garuda Shield 2023

F-16 tuntaskan serangan udara ke darat dalam Super Garuda Shield 2023_ Airspace Review (1)TNI AU
ROE

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – TNI Angkatan Udara mengerahkan dua Pesawat F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Magetan pada Operasi Serangan Udara ke Darat Close Air Support (CAS) untuk membersihkan pertahanan lawan.

Hal itu dilakukan sebagai bagian dari sesi puncak latihan Combine Arms Live Firing Exercise (CALFEX) pada rangkaian Latgabma Super Garuda Shield 2023 di Pusat Latihan Tempur (PLP) 5 Marinir Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Senin (11/9).

Pada misi CAS tersebut, dua Pesawat F-16 TNI AU dengan call sign “Dragon Flight” terbang langsung dari Lanud Iswahjudi menuju sasaran di Putlatpur 5 Marinir, T12 Asembagus, tulis Dispenau dalam siarannya.

Pesawat F-16 bernomor ekor TS-1601 diterbangkan oleh Kapten Pnb Yanuar “Ten-Gu” Widyantoko dan Letkol Pnb Pandu Eka “Hornet” Prayoga. Sedangkan TS-1602 diterbangkan oleh Lettu Pnb Sandy Tyas “Sloth” Febrianto dan Kapten Pnb Windi “Lion Jr” Darmawan. Masing-masing pesawat membawa beberapa bom MK 82 dan flares.

Taktik dalam misi CAS yang melaksanakan Push TGT Route Formation selanjutnya melaksanakan First Run Attack dengan Profile Direct.

Operasi CALFEX merupakan materi latihan puncak yang mengintegrasikan penembakan dari seluruh alutsista dan pergerakan satuan manuver yang tergabung dalam latihan ini.

Penembakan dilaksanakan menggunakan berbagai amunisi tajam dan diikuti oleh beberapa negara yaitu Indonesia, Amerika Serikat, Singapura, Jepang dan Australia.

Selain Pesawat F-16 TNI AU, berbagai alutsista juga dikerahkan. Di antaranya Pesawat Serang Darat AC-130 Gunship, beragam helikopter seperti Apache, Black Hawk, Venom, Cobra, juga senjata artileri berupa Himars, Astros, Vampire, dan Mer 105 mm.

Selain itu, juga dilibatkan senjata antitank seperti rudal Javelin, AT-4, ATGM C-90, dan kendaraan lapis baja seperti tank Leopard, Abrams, serta Mortir 80/61.

Operasi CAS CALFEX diawali dengan aksi tim Joint Terminal Attack Controller (JTAC) dari Prajurit Denmatra 2 Kopasgat di bawah pimpinan Lettu Pas Nasution dan Lettu Pas M. Adriyudha Aviantara.

Tim JTAC diasumsikan telah diinfiltrasikan ke daerah sasaran dalam rangka memperoleh data informasi sasaran musuh sebelum operasi lebih lanjut dimulai.

Tahapan CALFEX terdiri dari Planning/Range Clearance, Shaping Operations, Breaching, Ground Attack, Helicopter Assault Force, dan Defeat of the Counter Attack.

-Poetra-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *