Jerman tolak pengiriman rudal Taurus ke Ukraina

Taurus KEPD 350Bernhard Huber

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Jerman dikabarkan telah menolak untuk bergabung dengan Inggris dalam pengiriman rudal udara ke darat jarak jauh ke Ukraina.

Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan bahwa negaranya tidak ada rencana untuk memasok Ukraina dengan rudal jelajah Taurus, tetapi mungkin akan mempertimbangkan kembali dalam menyediakan jet tempur modern Barat.

“Jerman tidak akan menyerahkan rudal jelajah jarak jauh Taurus ke Ukraina saat ini,” kata Boris Pistorius, seperti diberitakan oleh Defence Blog (6/6).

Seperti diketahui, Ukraina telah meminta rudal jelajah Taurus dari Jerman untuk melakukan serangan balasan terhadap target strategis Rusia.

Kyiv mengatakan perlu lebih banyak senjata, termasuk rudal jarak jauh, untuk mempertahankan diri dari serangan Rusia dan merebut kembali wilayah yang didudukinya.

Mengenai Taurus, ini adalah rudal presisi yang memiliki jangkauan 500 km berakurasi tinggi yang mampu menghancurkan fasilitas bawah tanah, termasuk bunker beton.

Rudal tersebut dilengkapi dengan karakteristik siluman (stealth) yang memungkinkannya menghindari deteksi radar sebelum mencapai sasaran.

Taurus dikembangkan dan diproduksi oleh TAURUS Systems GmbH, perusahaan patungan antara MBDA Deutschland GmbH dan Saab Dynamics AB.

-RBS-

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *