Sah, Polandia tandatangani kontrak pembelian hampir 1.000 K2 MBT dari Korea Selatan

Pland - K2 Black PantherMoD, Istimewa

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Polandia baru saja menandatangani kontrak rekaman penting dengan Korea Selatan untuk pasokan tank tempur utama (MBT) K2.

Di bawah program dua tahap, Polandia akan mengakuisisi sebanyak 980 tank yang dijuluki Black Panther tersebut.

Polandia sepakat membeli 180 tank K2 Black Panther di Fase 1 dan 800 tank dalam konfigurasi K2PL yang akan diproduksi di Polandia pada Fase 2.

Menteri Pertahanan Nasional Polandia Mariusz Blaszczak mengatakan pada 27 Juli 2022, bahwa 180 unit K2 Black Panther akan dibeli tahun ini juga.

“Di batch pertama, kita akan mendapatkan 180 tank, pengiriman akan dimulai tahun ini. Tahap kedua adalah lebih dari 800 tank standar K2PL, yang akan diproduksi di Polandia oleh industri pertahanan Polandia berkat transfer teknologi yang kami negosiasikan. Nantinya, tank yang diterima pada tahap pertama juga akan dipolonisasi dan dibawa ke standar K2PL,” kata Baszczak.

Kehadiran tank K2 Black Panther buatan Korea Selatan ini akan berangsur menggantikan T-72 dan PT-91 milik AD Polandia.

K2 Black Panther adalah tank tempur utama yang dirancang, dikembangkan dan diproduksi oleh perusahaan Hyundai Rotem.

Persenjataan utamanya berupa meriam smoothbore Rheinmetall 120-mm/ L55 buatan Jerman yang diproduksi di bawah lisensi di Korea Selatan.

Selain K2 Black Panther, Polandia juga mendatangkan 120 sasis kendaraan tempur K9 Thunder SPH (self propelled howitzer) buatan Hanwha Defense.

Sebanyak 24 langsung dari Korea Selatan dan 96 sisanya akan diproduksi di Polandia berdasarkan lisensi sebagai bagian program AHS Krab (Kepiting).

Polandia juga akan memborong jet tempur ringan FA-50 Fighting Eagle buatan KAI, sebanyak 48 jet diakusisi untuk menggantikan MiG-29 Fulcrum milik AU Polandia.

-RBS-

Leave a Reply

Your email address will not be published.