AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Kalau berbicara NATO, mungkin publik sudah banyak yang tahu bahwa ini adalah organisasi Pakta Pertahanan Antlantik Utara (NATO) yang didirikan pada 4 April 1949.
NATO saat ini memiliki anggota sebanyak 30 negara, terdiri dari 28 negara Eropa dan dua negara Amerika Utara.
NATO merupakan kumpulan dari negara-negara yang anggotanya independen dan setuju untuk saling membela terhadap serangan pihak ketiga. Organisasi ini bertujuan mewujudkan sistem keamanan kolektif.
Selama Perang Dingin, NATO beroperasi untuk menangkal ancaman yang dirasakan dari Uni Soviet. Namun NATO tetap ada walau Uni Soviet sudah bubar dan bahkan telah terlibat dalam operasi militer di Balkan, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika.
Masuk kepada pokok bahasan, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Pertahanan Udara dan Rudal Terintegrasi NATO, atau dalam bahasa Inggris disebut Integrated Air and Missile Defence (IAMD).
Tidak lain ini adalah sistem pertahanan udara dan terpadu NATO yang merupakan komponen pertahanan dari Kekuatan Udara Gabungan Aliansi.
Tujuannya adalah untuk memastikan stabilitas dan keamanan wilayah udara NATO dengan mengoordinasikan, mengendalikan, dan mengeksploitasi wilayah udara.
NATO IAMD menjalankan misi penting dan berkelanjutan di masa damai, krisis dan konflik, menjaga dan melindungi wilayah, populasi, dan pasukan Aliansi dari segala ancaman dan serangan udara dan rudal, tulis NATO dalam penjelasannya.
Ini adalah elemen penting dari pencegahan dan pertahanan NATO, yang berkontribusi pada keamanan dan kebebasan bertindak yang tak terpisahkan dari Aliansi.
Tindakannya berkontribusi untuk menghalangi setiap ancaman udara dan rudal, atau untuk meniadakan atau mengurangi efektivitas tindakan udara musuh.
Pertahanan Udara dan Rudal Terintegrasi NATO menggunakan pendekatan 360 derajat di seluruh wilayah NATO. Sistem ini siap mengatasi spektrum penuh ancaman, dari taktis hingga strategis, yang berasal dari segala arah – melalui udara, darat, atau laut.
NATO IAMD memberikan kemampuan yang sangat responsif, kuat, kritis terhadap waktu, dan responsive untuk mencapai tingkat kontrol udara yang diinginkan, di mana Aliansi mampu melakukan berbagai misinya di masa damai, krisis, dan konflik.
Dalam beberapa tahun terakhir, NATO telah lebih meningkatkan kegiatan IAMD-nya untuk memastikan bahwa mereka tetap fleksibel dan adaptif.
Kegiatan IAMD mempertimbangkan ancaman udara dan rudal yang semakin beragam dan menantang yang dihadapi Aliansi, mulai dari kendaraan udara tak berawak (UAV) sederhana hingga rudal hipersonik canggih.
IAMD sangat penting dalam lingkungan strategis saat ini, yang ditandai dengan perkembangan pesat persenjataan rudal di seluruh dunia, termasuk oleh musuh potensial.
NATINAMDS
Pertanyaan berikutnya, apa yang disebut dengan NATINAMDS?
Tidak lain ini adalah NATO Integrated Air and Missile Defense System (NATINAMDS), yaitu jaringan sistem nasional dan NATO yang saling berhubungan.
Sistem ini terdiri dari sensor, aset komando dan kontrol, serta sistem senjata.
NATINAMDS berada di bawah wewenang Panglima Tertinggi Sekutu NATO Eropa.
Sejarah NATINAMDS sendiri berawal di bulan Desember tahun 1955. Saat itu, pengembangan sistem ini disetujui oleh Komite Militer NATO dengan didasarkan pada empat wilayah pertahanan udara yang dikoordinasikan oleh SACEUR (Panglima Tertinggi Sekutu Eropa).
Sejak 1956, cakupan peringatan dininya diperluas ke seluruh Eropa Barat menggunakan 18 stasiun radar. Bagian dari sistem ini selesai pada tahun 1962.
Terkait dengan situs radar nasional yang ada, sistem terkoordinasi ini disebut NATO Air Defense Ground Environment (NADGE).
Sejak tahun 1960 negara-negara NATO sepakat untuk menempatkan semua pasukan pertahanan udara mereka di bawah komando SACEUR jika terjadi perang.
Pasukan ini termasuk sistem komando & kontrol (C2), instalasi radar, dan unit rudal Surface-to-Air (SAM) serta pesawat pencegat.
Pada tahun 1972 NADGE diubah menjadi NATINADS yang terdiri dari 84 situs radar dan Pusat Pelaporan Kontrol (CRC) terkait.
Lalu pada tahun 1980-an Airborne Early Warning/Ground Environment Integration Segment (AEGIS) meningkatkan NATINADS dengan kemungkinan untuk mengintegrasikan gambar radar AWACS dan semua informasinya ke dalam tampilan visualnya.
Perlu diingat, istilah AEGIS di sini bukan AEGIS di Angkatan Laut AS yang merupakan radar kendali tembakan kapal dan sistem senjata.
AEGIS memproses informasi melalui komputer Hughes H5118ME, yang menggantikan komputer H3118M yang dipasang di lokasi NADGE pada akhir 1960-an dan awal 1970-an.
Kemampuan NATINADS untuk menangani data pun meningkat berkat memori yang lebih besar juga. Seiring kemajuan teknologi, sistem yang digunakan terus di-upgrade dan semakin canggih kemampuannya.
Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai apa itu NATI IAMD dan NATINAMDS yang belakangan sering disinggung lagi berkaitan dengan fokus NATO terhadap keamanan wilayah dan perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.
-RNS-

