Turki tidak akan bergabung lagi dengan Program F-35

F-35 TurkiIstimewa

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Turki menyatakan tidak akan bergabung lagi dengan Program F-35 produksi Lockheed Martin setelah negara itu dikeluarkan oleh Amerika Serikat dari program tersebut karena membeli sistem pertahanan udara S-400 Triumf dari Rusia.

Ketua Komite Angkatan Bersenjata Parlemen Turki, Adam Smith, mengatakan hal itu menjawab pertanyaan wartawan dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh grup penulis pertahanan, dikutip Daily Sabah, 16 Juni 2022.

Smith juga mengatakan bahwa turki tidak akan menerima aplikasi Swedia dan Finlandia yang telah mengajukan diri menjadi anggota NATO.

Kecuali, bila kedua negara mengambil langkah konkret untuk bertemu dan menyatakan menentang organisasi teroris.

Turki bergabung dengan program jet tempur multinasional F-35 Lightning II sejak 1999 dengan investasi 1,4 miliar USD.

Namun Ankara dihapus oleh Washington dari Program F-35 pada 2019.

Sebelumnya Ankara telah berniat membeli lebih dari 100 jet F-35. Industri pertahanannya pun terlibat dalam pembuatan komponen jet tempur terkemuka ini.

Washington berpendapat bahwa sistem rudal udara S-400 yang diperoleh Turki dapat digunakan oleh Rusia untuk secara diam-diam mendapatkan rincian rahasia tentang jet F-35.

Pertimbangan lainnya, S-400 tidak kompatibel dengan sistem NATO.

Turki sendiri merupakan anggota NATO. Namun demikian, Turki tidak selalu tunduk pada keputusan NATO maupun AS.

“Ini bukan tentang.., Anda tahu, menghukum Turki karena membeli sistem senjata dari Rusia. Ini tentang tidak memiliki S-400 di tempat yang sama dengan F-35 dan potensi hilangnya informasi penting di sana kepada Rusia,” kata Smith.

-Poetra-

Leave a Reply

Your email address will not be published.