Turki terbuka untuk kerja sama pengembangan jet tempur Gen-5

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Turki menyatakan keterbukaannya untuk bekerja sama dengan mitra asing dalam pengembangan jet tempur generasi ke-5 asalkan entitas asing mematuhi persyaratannya.

Hal itu dikatakan Kepala Industri Pertahanan Kepresidenan (SSB) Ismail Demir kepada media Turki.

“Pintu terbuka untuk negara-negara sahabat dan sekutu yang ingin menjadi bagian dari proyek ini,” ujar Demir mengenai program jet tempur generasi kelima nasional TF-X kepada TRT Haber beberapa hari yang lalu.

Dikatakan, proses desain saat ini sedang berlangsung dan negara sudah mulai memproduksi beberapa komponen.

Diakui, walau TF-X merupakan proyek jet tempur dalam negeri, tetapi Turki belum memiliki teknologi kritis tertentu untuk pengembangan proyek ini.

Turki beberapa waktu lalu juga menyatakan niatnya untuk bekerja dengan Rusia dalam hal teknologi tertentu untuk pengembangan TF-X.

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Direktur Layanan Federal Rusia untuk Kerjasama Teknis Militer Dmitry Shugayevdi Forum ARMY-2021 pada akhir Agustus lalu.

Shugayev mengatakan, Rusia siap menyediakan teknologi dan keahliannya untuk membantu proyek pesawat tempur TF-X Turki.

Sebelumnya, Turki juga telah mengumumkan kemitraan dengan perusahaan Prancis Dassault Systems untuk menyediakan perangkat lunak kontrol penerbangan untuk TF-X.

Hubungan antara Turki dan mitra NATO Eropa baru-baru ini memburuk terkait konfliknya dengan Yunani.

Perancis memihak Yunani dalam sengketa di Mediterania dan menjual 18 jet tempur Rafale kepada Athena.

RNS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *