Ikut tender di Malaysia, MiG-35 akan bersaing dengan Tejas, FA- 50, dan JF-17

MiG-35RAC MiG

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Rusia memutuskan untuk menawarkan jet tempur terbaru MiG-35 dalam tender pengadaan pesawat tempur ringan yang digelar oleh Malaysia.

Dengan demikian, MiG-35 Rusia akan bersaing dengan HAL Tejas dari India, FA-50 dari Korea Selatan, dan JF-17 dari Pakistan yang telah mendaftar lebih dulu.

Direktur Layanan Federal Rusia untuk Kerja Sama Teknis Militer Dmitry Shugaev mengatakan, pihak Rusia sedang mempertimbangkan kemungkinan Rosoboronexport untuk memasok MiG-35 dalam tender di Malaysia.

“Pihak Rusia sedang mempertimbangkan kemungkinan Rosoboronexport berpartisipasi dengan MiG-35 dalam tender Angkatan Udara Malaysia untuk penyediaan pelatihan dan pesawat tempur ringan,” kata Shugaev di sela Forum Ekonomi Timur (EEF) di Vladivostok.

Ditambahkan, proposal untuk berpartisipasi dalam kontes ini rencananya akan dipresentasikan di Malaysia pada akhir bulan ini.

Seperti diketahui, Malaysia meluncurkan tender yang telah tertunda untuk pengadaan pesawat tempur ringan (LCA) baru dan pelatih tempur tingkat lanjut pada Juni lalu.

Kementerian Pertahanan Malaysia sedang mencari 18 pesawat tempur ringan dan pelatih tempur (FLIT-LCA) untuk menggantikan armada tua Angkatan Udara Malaysia (RMAF) yaitu 18 BAE Hawk Mk 108/208 dan 7 Aermacchi MB-339CM.

Pada Desember 2018, Kuala Lumpur telah memberikan Permintaan Informasi kepada sejumlah industri pesawat untuk program FLIT-LCA-nya.

Sejak saat itu telah muncul delapan tanggapan termasuk Boeing T-7 Red Hawk, HAL Tejas, PAC JF-17 Thunder, Hongdu L-15, dan Yakovlev Yak-130.

Dengan masuknya MiG-35 ke dalam tender pengadaan LCA di Malaysia, maka makin memanaskan kompetisi.

MiG-35 merupakan jet tempur generasi 4++ dengan sistem optoelektronik canggih terintegrasi yang menyediakan pertahanan umum otomatis untuk pesawat tempur.

Sistem ini memungkinkan pesawat untuk mendeteksi target darat dan menghadapi mereka dengan senjata presisi tinggi.

Pesawat dilengkapi dengan mesin RD-33MK yang sangat kuat yang memiliki masa manfaat 40 tahun, dengan total waktu penerbangan 6.000 jam.

Selain itu, pesawat tempur ini cukup mudah beradaptasi untuk dilengkapi dengan motor vektor dorong sesuai permintaan pelanggan.

Pesawat tempur Rusia ini memiliki fitur kabin konvertibel dua kursi, yang memungkinkan jet tempur dengan mudah diubah dari pesawat dua kursi menjadi satu kursi dengan tangki bahan bakar tambahan.

Pesawat dilengkapi dengan sistem pengisian bahan bakar dalam penerbangan dan, untuk pertama kalinya untuk pesawat ringan, pesawat ini memiliki radar aktif bertahap.

Hal ini, kata Rusia, secara signifikan meningkatkan jangkauan kemungkinan misi tempur dan meningkatkan kemampuan operasional jet.

Ditambahkan pula, MiG-35 dirancang dengan risiko rendah dan murah, terutama untuk pelanggan asing.

RNS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *