ZALA VTOL, drone hibrid bisa terbang konvensional dan vertikal

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Salah satu jenis drone yang dipamerkan di pameran kedirgantaraan MAKS-2021 di Zukhovsky, wilayah Moskow pada 20-25 Juli, adalah ZALA VTOL.

Drone buatan Zala Aero ini mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal serta terbang dengan mode konvensional.

Hal itu dimungkinkan karena ZALA VTOL menggabungkan sifat-sifat drone tipe pesawat dan pesawat multirotor.

Perusahaan mengatakan, konfigurasi penerbangan dapat berubah tergantung pada misi yang ditugaskan.

Sistem propulsi listrik yang melengkapi ZALA VTOL, memungkinkan drone ini dapat terbang selama 4 jam dan menjangkau jarak hingga 200 km dalam konfigurasi pesawat.

Sistem komputer bawaan ZX1 yang berbasis kecerdasan buatan, memungkinkan drone untuk memproses data dalam format Full HD dan mengirimkan video serta foto HD melalui tautan komunikasi terenkripsi ke stasiun kontrol darat.

“Hal ini memungkinkan operator untuk menerima data pemantauan bahkan sebelum drone mendarat,” kata Zala Aero seperti dikutip TASS.

Desain ZALA VTOL memungkinkan pemasangan peralatan survei tambahan pada drone ini.

Peralatan dapat berfungsi misalnya untuk melakukan pemantauan udara untuk sektor bahan bakar dan energi serta operasi pencarian dan penyelamatan dari lokasi di lingkungan perkotaan.

Zala Aero Group, didirikan pada tahun 2004 sebagai perusahaan pengembang dan produsen sistem udara tak berawak Rusia, muatan, dan sistem seluler.

Saat ini Zala Aero telah bergabung dengan Kalashnikov Concern.

Perusahaan menyebut, lebih dari 2.000 drone buatan Zala telah beroperasi di Rusia.

Drone digunakan untuk perlindungan perbatasan negara, operasi pengintaian dan penyelamatan, pemantauan fasilitas berisiko tinggi, dan keadaan darurat.

RNS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *