J-10C dengan mesin WS-10 Taihang terlihat sudah digunakan oleh PLAAF

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – China dalam hal teknologi melaju pesat dengan berhasil membuat produk buatan dalam negeri untuk menanggalkan ketergantungan kepada negara lain, dalam hal ini Rusia.

Untuk bisa membuat produk sendiri, salah satu caranya adalah China membeli produk dari luar negeri terlebih dahulu dan setelah itu mengembangkan sendiri.

Yang terbaru, pesawat tempur J-10C Měnglóng (Vigorous Dragon) yang dikembangkan oleh pabrik Chengdu, kini telah menggunakan mesin buatan dalam negeri WS-10 Taihang.

Mesin ini tampaknya telah resmi digunakan oleh J-10C milik Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF).

China National TV merilis video langsung dari tempat latihan penembakan PLAAF di lokasi yang tidak disebutkan.

Saat itu terlihat sebuah jet tempur J-10C dengan nozel knalpot mesin turbofan WS-10B Taihang mengudara.

Dari tayangan video terlihat untuk pertama kalinya mesin WS-10 telah terpasang di J-10C.

Analis militer lokal menyebut, dari tayangan tersebut terlihat mesin yang digunakan secara teknis stabil dan dapat diandalkan.

Sebelumnya dilaporkan, sejumlah jet tempur mesin ganda J-11B dan J-16 juga dilaporkan telah menggunakan mesin WS-10.

Digunakannya mesin J-10 pada jet tempur mesin tunggal menunjukkan bahwa mesin tersebut sudah ‘matang’.

WS-10

Disinyalir, mesin WS-10 yang digunakan saat ini adalah WS-10B yang merupakan penyempurnaan dari WS-10A.

Sejumlah besar material mesin ini merupakan paduan titanium kekuatan tinggi, bilah turbin kristal tunggal, paduan super canggih, dan material komposit berbasis resin suhu tinggi.

WS-10 sendiri dikembangkan China dari basis mesin CFM-56II (dari basis General Electric F101) sebagai tandingan terhadap mesin Saturn AL-31 buatan Uni Soviet (Rusia).

China dilaporkan membeli dua mesin itu di tahun 1980-an.

Rhandy F

One Reply to “J-10C dengan mesin WS-10 Taihang terlihat sudah digunakan oleh PLAAF”

  1. Diasia cuma china yang bisa buat mesin jet tempur, nasib jepang belum beruntung masih berkutik dengan mesin jet mini untuk pesawat sipil komersial, korea kelaut saja….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *