Warga Turki minta Ankara hentikan penggunaan pangkalan militer oleh AS

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Warga Turki turun ke jalan-jalan di Istanbul, Ankara, Adana dan sejumlah kota lain meminta pemerintah untuk menghentikan penggunaan pangkalan-pangkalan militer Turki oleh Amerika Serikat.

Pangkalan Udara Turki yang digunakan oleh AS yaitu Pangkalan Udara Incirlik dan Stasiun Radar Kurecik di Turki bagian selatan.

Menanggapi demonstrasi jalanan yang dilakukan warga Turki, Cehyun Bozkurt pengamat politik dan penulis studi hubungan Turki-AS mengatakan, sudah saatnya pangkalan-pangkalan yang disediakan oleh Turki untuk AS dan NATO dinasionalisasi kembali.

Sebab, ujar dia, Washington telah mengobarkan anti-Turki secara terbuka dalam sejumlah masalah utama. Mulai dari Embaro militer hingga dukungan terhadap kudeta militer. Hal lain adalah diakuinya Genosida Armenia 1915 oleh pemerintahan Joe Biden.

Bozkurt menyarankan, agar hubungan Turki dengan AS dan NATO hendaknya diubah dari hubungan bawahan dengan atasan menjadi negara-negara merdeka yang setara.

Seperti diberitakan Anadolu dan Sputnik, saat ini pangkalan Incirlik menjadi markas dari Wing Pangkalan Udara ke-39 (39 ABW) Angkatan Udara AS. Di tempat ini terdapat sekira 1.500 tentara AS, jet A-10 Thunderbolt II, pesawat tempur F-15, F-16, dan sejumlah pesawat tanker.

Sesekali, media juga memberitakan tentang ditugaskannya pesawat Airborne Warning And Control System (AWACS) di Incirlik.

Lebih jauh lagi, AS juga dilaporkan telah menempatkan 50 bom nuklir jenis B61-12 di Incirlik.

“Menurut laporan asing sejumlah hulu ledak nuklir taktis milik AS dikerahkan di pangkalan itu,” ujar Bozkurt.

Namun demikian, lanjutnya, karena kurangnya data yang akurat dan terkonfirmasi oleh sumber resmi, informasi tersebut sebagian besar dianggap hanya sebagai rumor saja.

Tidak hanya AS, sejumlah negara lain yang tergabung dalam NATO seperti Jerman menggunakan Pangkalan Udara Incirlik untuk melaksanakan operasi melawan ISIS.

Ataturk Dusmani NATOSertac Kayar/Sputnik

Turki bergabung dengan NATO pada Februari 1952 di masa Perang Dingin. Pembangunan Pangkalan Incirlik yang terletak 250 mil sebelah tenggara Ankara, dimulai pada musim semi tahun 1951.

Pada Desember 1954, Staf Umum Turki dan Angkatan Udara AS menandatangani perjanjian penggunaan bersama untuk pangkalan baru tersebut.

Incirlik digunakan dalam sejumlah besar operasi, baik selama Perang Dingin maupun setelahnya. Pada awal 1960-an, pesawat pengintai U-2 milik AS dikerahkan ke sana yang kemudian memicu ketegangan antara Turki dan Uni Soviet.

Sepanjang 1970-1980-an, sejumlah pesawat seperti F-4 Phantom, F-15 Eagle, F-16 Falcon, F-111 Aardvark, dan A-10 Thunderbolt dikerahkan ke Pangkalan Udara Incirlik.

Rhandy F

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *