Mesin B-1B rusak parah di Norwegia, komandan pemeliharaan dimutasi

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Satu dari empat pembom strategis supersonik B-1B Lancer milik Angkatan Udara AS (USAF) yang ditugaskan ke Norwegia telah mengalami kerusakan mesin yang parah. Akibat kejadian tersebut, komandan pemeliharaan skadron pembom tersebut dimutasi.

Sebelumnya diberitakan, empat pembom B-1B dari Wing Bom ke-7 USAF dari Pangkalan Angkatan Udara Dyess di Texas mendapatkan penugasan pertama kali ke Norwegia pada Februari 2021.

Empat pembom buatan Rockwell International itu menjalani penugasan selama satu bulan di Stasiun Udara Utama Ørland, Norwegia dan selesai pada Maret lalu.

Kerusakan yang signifikan pada mesin B-1B telah dikonfirmasi oleh bagian penerangan Wing Bom ke-7 kepada The Drive pada 16 April lalu.

Meski demikian, tidak disebutkan penyebab terjadinya insiden yang membuat satu dari empat B-1B harus pulang terlambat ke Amerika Serikat.

“Selama penempatan baru-baru ini ke Norwegia, B-1B memang mengalami kerusakan mesin tetapi insiden itu masih dalam penyelidikan dan kami tidak dapat memberikan informasi lebih lanjut saat ini,” kata Sersan Teknik David Scott-Gaughan, Juru Bicara 7th Bomb Wing.

Sementara itu, sumber lain mengatakan kepada The Drive bahwa insiden itu terjadi ketika komputer tablet tertelan di salah satu mesin B-1B yang akhirnya menyebabkan kerusakan besar.

Akibat insiden tersebut, B-1B perlu mendapatkan penggantian kedua mesin di salah satu sisi pesawat tersebut.

Pesawat tersebut pun baru bisa kembali ke markasnya tiga minggu setelah tiga pesawat lainnya lebih dulu sampai di Amerika Serikat.

Tanto Eagle

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *