Rudal jarak jauh MBDA Meteor berhasil diintegrasikan pada Rafale F3-R

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Rudal jarak jauh Meteor buatan MBDA telah berhasil diintegrasikan pada pesawat tempur Dassault Rafale varian F3-R. Hal ini merupakan tonggak baru bagi Dassault maupun MBDA.

Rudal Meteor dikembangkan oleh MBDA yang melibatkan Perancis, Inggris, Swedia, Italia, Spanyol, dan Jerman.

Meteor merupakan rudal andalan untuk menggebuk sasaran dalam jangkauan beyond visual range (BVR) hingga 150 km.

Penerbangan pertama Rafale F3-R yang dilengkapi dengan rudal Meteor telah dilaksanakan pada 4 Maret 2021.

Angkatan Udara dan Antariska Perancis melalui akun twitternya mengatakan, uji penerbangan F3-R membawa rudal Meteor adalah untuk memvalidasi proses penggunaan senjata, pengetahuan selama peluncuran pertama rudal ini, dan untuk memastikan kesiapan kru.

Rudal Meteor pertama kali diuji coba oleh jet tempur Gripen buatan Saab, Swedia pada April 2016. Gripen pula yang menjadi jet tempur pertama yang berhasil meraih kesiapan operasional dengan rudal ini.

Selain digunakan oleh Gripen dan Rafale, rudal Meteor disiapkan untuk melengkapi Eurofighter Typhoon milik angakatan udara negara-negara mitra seperti Inggris, Arab Saudi, Jerman, Spanyol, Italia, dan Qatar. Rudal ini juga akan melengkapi jet tempur siluman F-35 Lightning II.

Meteor merupakan jenis rudal berpemandu radar aktif. Rudal ini memiliki kemampuan untuk menghancurkan target yang bermanuver seperti jet tempur hingga rudal jelajah.

Rudal ini ditenagi sebuah mesin ramjet berbahan bakar padat yang memungkinkannya melejit hingga kecepatan 4 Mach.

Lintasan rudal dikendalikan secara aerodinamis menggunakan empat sirip yang dipasang di bagian belakang rudal.

Pemasangan Rudal Meteor pada Rafale F3R

Pemasangan rudal Meteor pada Rafale F3R.

Sistem kendali rudal dirancang agar rudal dapat melakukan belokan yang tinggi dengan tetap menjaga kinerja intake dan propulsi.

Meteor juga dilengkapi sistem datalink yang memungkinkan pesawat peluncur dapat memberikan pembaruan target di tengah jalan atau penargetan ulang jika diperlukan.

Jet tempur Typhoon dan Gripen, dengan datalink dua arah memungkinkan kedua pesawat tersebut berbagi data untuk mengarahkan rudal pada penargetan ulang saat rudal sudah diluncurkan.

Jet tempur Rafale dikatakan tidak perlu menunggu rudal Meteor untuk mendapatkan pembaptisannya di medan perang. Sebab, dua Rafale varian ini telah digunakan oleh AU Perancis dalam pengeboman menggunakan bom berpemandu laser terhadap kelompok ISIS pada September 2020.

AESA, SPECTRA, dan TALIOS

Selain rudal, varian F3-R standar telah dilengkapi radar AESA RBE2 dan paket peperangan elektronik SPECTRA.

Pesawat tulang punggung Angkatan Udara dan Antariksa Perancis ini juga dapat membawa pod penunjukan target TALIOS yang dikembangkan oleh Thales.

Perangkat tersebut meningkatkan kemampuan deteksi dan identifikasi target darat dalam kondisi apa pun. Pod TALIOS digunakan pertama kali pada November 2020.

Roni Sont

2 Replies to “Rudal jarak jauh MBDA Meteor berhasil diintegrasikan pada Rafale F3-R”

  1. Kereeeeeen…..tapi pasti tinggi banget biayanya kalo RI mengoperasikan rafael krn kendala keterbatasan pilihan senjatanya yg didominasi buatan perancis 🤔

    Beda kisahnya semisal rafale bisa dilengkapi dg senjata buatan amrik yg istilahnya “senjata sejuta umat” dg biaya terjangkau 🤗

  2. KAlo kita beli rafale apa ,rafale kita didowngrade oleh prancis dan apakah sistem senjata,radar ,avionika,peringatan dini,serta sistem manajemen pertempuran akan sama dengan yang prancis punya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *