Diluncurkan April, Korea Targetkan Ekspor 300-500 unit KF-X

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Korea Selatan akan meluncurkan pesawat tempur terbaru KF-X pada April 2021. Saat ini prototipe pertama dalam proses pengecatan dari cat dasar kuning-hijau ke warna abu-abu tua.

KF-X dibuat oleh Korea Selatan untuk menggantikan pesawat F-4 Phantom II dan F-5E/F Tiger II Angkatan Udara Korea (RoKAF) yang sudah menua.

Jung Kwang-sun, Kepala Program KF-X di Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) mengatakan, peluncuran KF-X pada April mendatang akan menjadi “momen penting” bagi negara dan industri kedirgantaraan.

“Setelah bekerja hanya dengan cetak biru sejauh ini, kami sekarang akan memiliki sesuatu yang benar-benar dapat kami lihat dan uji apakah apa yang telah kami pelajari benar-benar berfungsi,” kata Jung kepada wartawan di fasilitas Korea Aerospace Industries (KAI), Sacheon selatan seperti diberitakan Yonhap.

Program KF-X dikerjakan oleh KAI sejak akhir 2015 dengan nilai proyek mencapai 8,8 triliun won atau sekira 7,9 miliar dolar AS.

KF-X yang bermuatan maksimum 7.700 kg dilengkapi dengan 10 gantungan untuk membawa persenjataan udara ke udara, udara ke darat, maupun perlengkapan lainnya.

Pesawat dapat terbang hingga kecepatan maksimum 2.200 km/jam dan menjangkau jarak sejauh 2.900 km.

Tiga prototipe KF-X tahun ini

KAI akan membuat tiga prototipe KF-X hingga akhir tahun 2021 dan membuat tiga lainnya tahun depan. Dua unit prototipe akan digunakan untuk uji di darat. Prototipe pesawat akan dibuat berkursi tunggal, tapi ada juga yang berkursi tandem.

Sementara uji penerbangan perdana akan dilaksanakan pada 2022 dan produksi massal dimulai tahun 2026.

Perusahaan mengatakan, KF-X masuk dalam kelompok jet tempur generasi 4,5 non-siluman.

Pada pengembangan selanjutnya, dapat dilakukan penelitian untuk menambahkan fitur tambahan sesuai kebutuhan militer.

Seoul mencangangkan, sebanyak 40 unit KF-X akan dikirim ke RoKAF hingga tahun 2028. Sementara 80 unit lainnya akan dikirim hingga tahun 2032.

KF-XYonhap

Prototipe pertama KF-X akan menjalani pengecatan ke warna abu-abu tua.

Mengenai kemungkinan ekspor KF-X, Jung mengatakan bahwa proyek ini dapat mengekspor sekira 300-500 unit jet ke luar negeri.

“Penilaian kami sebelum meluncurkan proyek ini adalah bahwa kami dapat mengekspor sekitar 300 hingga 500 jet ke luar negeri mengingat negara-negara yang berencana mengganti pesawat tempur mereka yang sudah tua,” ujar Jung.

Seoul dan Jakarta masih dalam pembicaraan

Terkait keikutsertaan Indonesia dalam proyek ini, Jung mengatakan bahwa Seoul dan Jakarta masih dalam pembicaraan untuk menemukan jalan tengah yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Indonesia berjanji untuk menanggung 20 persen dari total biaya pembangunan dalam proyek ini. Namun Seoul menyebut, Jakarta telah berhenti melakukan pembayaran setelah menginvestasikan 227,2 miliar won dengan sekitar 600 miliar won terlambat.

Belum ada harga yang dirilis untuk setiap unit KF-X yang akan dijual nantinya. Para pejabat menolak mengomentari hal tersebut karena harga baru akan diputuskan berdasarkan situasi pasar pada saat pesawat memasuki tahap produksi massal.

Pengembangan KF-X telah melibatkan lebih dari 11.800 orang dengan 2.500 pekerjaan baru yang berhasil diciptakan tahun 2020. Proyek ini kemungkinan masih akan menyedot pekerja baru.

Roni Sont

7 Replies to “Diluncurkan April, Korea Targetkan Ekspor 300-500 unit KF-X”

  1. Keraguan pihak Indonesia sangat merugikan kemajuan industri kedirgantaan tanah air khususnya kemandirian dalam kemampuan membuat pesawat tempur yg sangat strategis. Yg berdampak pada penyerapan tenaga kerja di tanah air. Jargon kemandirian hanya isapan jempol saja di era skrng.

    1. Keraguannya beralasan..karena kita menanggung 20% biaya tp kita tidak mendapatkan pelajaran untuk membuat salah satu dr 4 core teknologi penting di Jet Tempur ( radar, eot, irst, jammer )..kalo dapat salah satu ilmu utk membuat 4 core telnologi itu gua yakin Indo kgk bakal ragu nerusin…indo cuma kebagian produkasi sayap (itu mah udah keahlian ilmuwan indonesia )..bahkan detail body KFX yg membuat hitungannya dr Indonesia, dr segi muatan maksimum dan menetapkan ratio thrust mesin yg harus digunakan

  2. Harus tetep dlm program K-FX ini
    Udah terlanjur terlibat sejak awal, rugi & nyesel suatu saat nanti jk memutuskan keluar, & gak dpt apa2

  3. Siapa pemain baru yang sanggup melawan kedigdayaan para pemain utama pasar pesawat tempur yg merupakan pemilik “teknologi kunci” terutama menguasai “source code” nya…..termasuk juga “yang mengendalikan source code KFX/IFX” ini🤔

    Target ekspor hingga 300 an unit, membidik negara mana sajakah….lalu gimana tips dan triknya utk meraih pangsa pasar tersebut 🤷

    Kalo dengan cara menekan harga……sungguh kasian Indonesia yg bergabung dlm proyek ini karena sangat rendah TKDN nya terutama yg berwujud hardware 🙄

    Lalu dapat keuntungan apa kita nanti……..

  4. Bikin sendiri aja…kumpulin ahli” terkait pesawat,mesin jet, tekhnologi perang dan komputer, senjata…pelajari scr detail pesawat tempur yg ada…yakin dah RI mampu buat sendiri…biar gak tergantung negara lain…gimana pun caranya RI pasti mampu…

  5. Kalau berhenti indo terus dapet apa?
    Kalau merasa ditipu, bukanya indo sejak dulu ditipu AS, Jpn, Chn & terus berlanjut.

    1. Kalau berhenti Indonesia dapat apa……🤷

      Ya dapat oportuniti meraih kembali pangsa pasar pesawat komuter turbo prop yg selama ini dikuasai oleh ATR…….setidaknya ada bagian kecil ilmu dari proyek IFX yg bisa diaplikasikan utk pengembangan pesawat komersil yaitu pembuatan airfame menggunakan material karbon komposit yg menjadi masa depan bagi industri manufaktur pesawat dunia 🤗

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *