Spetsnaz, 70 tahun berkiprah dalam kesenyapan di berbagai negara

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Sejarah Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata Rusia (Spetsnaz) dimulai tahun 1950 melalui pembentukan kompi khusus secara terpisah. Pembentukan ini tidak terjadi begitu saja, namun dilandasi dengan kebutuhan akan sebuah unit militer khusus yang mampu melaksanakan operasi pengintaian dan sabotase di belakang garis musuh.

Dalam beberapa dekade dalam sejarah militer Rusia, solusi untuk melakukan hal itu ditempuh dengan cara-cara yang beragam.

Dalam Perang Patriotik Raya (1941-1945), unit-unit khusus dibentuk untuk melaksanakan pengintaian dan sabotase di belakang garis musuh. Mereka dibentuk dengan tujuan-tujuan khusus.

Berakhirnya Perang Patriotik Raya antara Uni Soviet dengan Jerman Nazi, menyebabkan unit-unit militer dengan formasi khusus tersebut kemudian dibubarkan.

Menjelang akhir dekade 1940, terjadi perubahan situasi politik-militer yang dipicu oleh munculnya senjata nuklir. Untuk menghadapi hal ini, dinas intelijen militer Soviet kembali membutuhkan unit-unit militer khusus, seperti halnya dalam Perang Patriotik Raya.

Pada Oktober 1950, Direktorat Utama II Staf Umum segera menyiapkan pengajuan perlunya pembentukan satuan-satuan khusus di tubuh Angkatan Bersenjata Uni Soviet.

Pada 24 Oktober 1950, keluarlah Surat Keputusan Menteri Pertahanan Uni Soviet Marsekal A.M. Vasilevsky yang memerintahkan pendirian 46 kompi pasukan khusus.

Pembentukan kompi-kompi Spetsnaz, istilah untuk menyebut pasukan khusus Uni Soviet, ini dilaksanakan secara terencana. Personel-personel yang sudah punya keahlian dan pengalaman tempur dalam misi pengintaian pasukan musuh direkrut dan dimasukkan ke dalam Spetsnaz.

Pada 1 Mei 1951, Kompi Spetsnaz sudah terbentuk. Mereka dipersenjatai dengan senjata ringan dan bahan peledak ranjau. Secara bertahap, mereka pun dilengkapi peralatan-peralatan paling modern yang dibutuhkan.

Pada 1953, pembentukan unit militer khusus juga dibentuk di tingkat armada. Mereka direkrut dari para penyelam berkemampuan intai dan tempur.

Pada 1957 pembentukan Batalion Spetsnaz dilaksanakan, menyebabkan sejumlah Kompi Spetsnaz pun dibubarkan.

Tiga tahun berikutnya, 1960, pembentukan meningkat lagi ke tingkat Brigade Spetsnaz.

Spetsnaz SSO SnipersBalashova Olga

Era Perang Dingin sejak 1960-an merupakan masa di mana para personel Spetsnaz mendapatkan banyak penugasan hingga ke berbagai negara. Dekade 1970 dan 1980, mereka banyak tersebar dalam layanan tempur di Angola, Mozambik, Ethiopia, Nikaragua, Kuba, Vietnam, dan Afganistan.

Di Afganistan, unit-unit militer Spetsnaz menyelesaikan lebih dari 3.000 misi tempur. Kebanyakan dari mereka ditugaskan untuk memblokir pasokan senjata dan amunisi ke Afghanistan dari wilayah negara tetangga dalam perang Soviet-Afganistan, 1979-1989.

Pada 1986, Spetsnaz berhasil mendapatkan sampel sistem rudal antipesawat portabel terbaru buatan Amerika, yaitu rudal panggul FIM-92 Stinger. Spetsnaz berhasil mengambil MANPADS tersebut dan dokumentasinya dikeluarkan tanggal 5 Januari 1987.

Pada pertengahan 1990-an, atas prakarsa organisasi veteran dan unit-unit pasukan khusus, peringatan pembentukan Spetsnaz pun diusulkan untuk diperingati setiap setiap tahun pada 24 Oktober. Tanggal ini mempersatukan para veteran dan personel militer pasukan khusus dari semua kategori dan usia, dan menjadi dasar pelestarian tradisi militer dan pendidikan militer-patriotik pemuda di Uni Soviet maupun pewarisnya, Rusia.

Bubarnya Uni Soviet, tidak menyebabkan Spetsnaz di sejumlah negara pecahan Uni Soviet bubar. Mereka tetap ada di masing-masing angkatan bersenjata negara masing-masing.

Tahun 2000, bertepatan dengan malam peringatan 50 tahun Kompi Spetsnaz, Hari Pasukan Khusus Rusia atau Hari Spetsnaz pun ditetapkan secara resmi pada 24 Oktober.

Seperti disiarkan dalam rilis Kementerian Pertahanan Rusia, selama 70 tahun terakhir Spetsnaz telah membuktikan beragam keberhasilan penugasannya di berbagai tempat. Hal ini memberi arti khusus bagi para pasukan khusus maupun para veterannya. Mereka juga mendapatkan perhatian dari pimpinan Angkatan Bersenjata.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *