Ukraina gandeng Turki bangun An-188

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Dalam pameran dirgantara Eurasia 2018 di Antalya, Turki (25-29 April), Antonov dari Ukraina menawarkan kerjasama strategis dengan para pelaku industri dirgantara Turki. Proyek yang ditawarkan saat itu adalah pengembangan bersama jet angkut jumbo yang dinamai An-188. Pesawat ini dibangun menggunakan basis An-70 yang gagal diproduksi sejak putusnya kerja sama antara Ukraina dan Rusia.

Selain mengganti penampang sayap utama dan penerapan glass cockpit modern, empat mesin bawaan An-70 yakni D-27 propfan akan diganti mesin jet dengan tiga model yang bisa dipilih calon pengguna.

Pertama menggunakan mesin turbofan dalam negeri D-436-148FM buatan Ivchenko-Progress yang disebut sebagai An-188-100.

Lalu mesin turbofan kedua yang ditawarkan juga masih buatan Ivchenko-Progress yakni AI-28 yang disebut sebagi An-188-110.

Ketiga, mengadopsi mesin buatan Barat yakni CFM56-7B yang dibuat oleh CFM International (usaha patungan Perancis dan Amerika Serikat) yang disebut sebagai An-188-120.

Perlihal kemampuannya, meskipun berbadan gambot An-188 sanggup terbang dan mendarat di landasan pendek (STOL). Bisa dioperasikan dari atas landasan ala kadarnya seperti tanah keras dengan panjang antara 600-800 meter saja.

An-188 memiliki kemampuan terbang hingga ketinggian 12.100 meter, melaju pada kecepatan 800 km/jam tergantung pada jenis mesin yang dipilih dengan jangkauan operasi sekitar 7.700 km.

An-188

Kapasitas muat An-188 sekitar 50 ton yang bisa bisa dimuati 300 prajurit atau 130 pasukan payung bersenjata lengkap. Dalam peran kombinasi angkut/medivac tersedia 110 tempat duduk untuk pasukan plus 96 tandu.

Dalam perutnya yang besar bisa dimuati berbagai peralatan militer seperti tiga ranpur jenis IFV, sistem artileri, dua helikopter kombinasi satu Puma dan satu Lynx serta berbagai palet kargo baik berisi perlengkapan militer ataupun barang untuk peran kemanusian.

Di kelas pesawat angkut militer kelas medium berat, An-188 akan bertarung langsung dengan Airbus A400M yang memiliki daya muat 37 ton dan Il-76MD-90A dari Rusia dengan muatan hingga 48 ton, sementara C-17 dari AS jauh diatasnya dengsn kapasitas 77 ton.

Seperti diketahui Ukraina dan Turki memang memiliki kerja sama militer yang cukup erat. Bila proyek An-188 ini berjalan lancar, Turki tentunya makin memiliki daya tawar tinggi menghadapi lawan dan yang juga kawannya saat ini, baik AS maupun Rusia.

Rangga Baswara Sawiyya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *