Kesuksesan Embraer bermain di kelas jet eksekutif

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Situasi pandemi COVID-19 masih memberikan peluang bagi bagi para industri kedirgantaraan militer karena kebutuhan akan pesawat tempur dapat dikatakan tidak terpengaruh seperti halnya menimpa pesawat komersial reguler di mana pesawat terpaksa harus didaratkan akibat anjolknya jumlah penumpang.

Sementara produksi pesawat komersial reguler, baik jenis badan sempit maupun badan lebar, mengalami penurunan, pesanan untuk pesawat jet eksekutif bagi layanan-layanan penerbangan carter lebih terbuka pasarnya di masa pandemi.

Embraer contohnya, yang telah berhasil mengirimkan ratusan produk jet-jet eksekutif andalannya. Yang terbaru adalah pengiriman sebuah Phenom 100EV dan Phenom 300E kepada dua pelanggan baru di Brasil.

Phenom 100EV dikirimkan kepada pelanggan yang tidak disebutkan namanya. Sementara Phenom 300E dikirimkan kepada AGROJEM, sebuah perusaah bidang agrobisnis.

Presiden & CEO Embraer Executive Aviation, Michael Amafitano, mengatakan kebanggaannya dengan dua produk yang diserahkan ini. Ia menyebut, masing-masing perusahaan menginginkan produk yang menawarkan efisiensi waktu dan penghematan biaya.

“Kami bangga bisa menyerahkan hasil pengalaman terbaik dari bisnis penerbangan kepada dua pelanggan baru yang sangat bernilai di Brasil,” ujarnya pada 21 September 2020.

Ia menambahkan, penyerahan dua pesawat ini membuktikan nilai instrinsik bisnis penerbangan di mana Embraer menawarkan keuntungan dalam hal efisiensi waktu, biaya, privasi, kesehatan, dan keselamatan.

Sementara itu, CEO AGROJEM, José Eduardo Motta, mengatakan Phenom 300E merupakan langkah inovasi sekaligus transisi dari pesawat bisnis jenis turboprop ke pesawat bisnis jet.

Motta mencontohkan, dengan pesawat turboprop operator mengoperasikan 200 jam setahun. Namun dengan Phenom 300E, jarak yang sama dapat dicapai hanya dengan 120 jam setahun. Artinya ada penghematan dari sisi waktu dan sumber daya.

“Phenom 300E sungguh sebuah produk yang dapat mengefisienkan waktu,” lanjutnya.

Phenom 300E dan Phenom 100EVEmbraer

Produk lainnya, Phenom 100EV, menawarkan keunggulan di mana pesawat ini dirancang dapat dioperasikan hanya oleh satu pilot.

Pesawat ini juga memiliki kabin paling tinggi dan paling lebar di kelasnya.

Dengan kurang lebih 380 pesawat telah diserahkan, Phenom 100 membuktikan sebagai pesawat dengan penggunaan tinggi dan biaya operasi serta biaya pemelihaan yang rendah.

Pesawat ini juga adalah yang tercepat dan paling jauh menjangkau jarak di kelas pesawat jet bisnis ringan berpilot satu. Phenom 300E dapat terbang dengan kecepatan 0,8 Mach dan menjangkau jarak 2.010 mil laut (3.723 km). Sebanyak 550 Phenom 300 telah berhasil dikirimkan perusahaan kepada para pelanggan

Khusus untuk kawasan Amerika Latin, Embraer telah mengirimkan tak kurang dari 250 unit dari kedua keluarga Phenom ini.

Phenom 300E cabinEmbraer

Dibandingkan dengan pesawat komersial reguler, pesawat jet eksekutif memang memiliki sejumlah kelebihan bagi para penggunanya. Pesawat ini dapat digunakan untuk penerbangan langsung menuju tujuan dari satu titik ke titik lainnya. Di masa pandemi COVID-19, hal ini sangat penting untuk menghindari kerumunan dengan penumpang lain yang tidak saling kenal.

Kedua pesawat juga dilengkapi dengan teknologi terbaru yang dapat menjaga kesehatan lingkungan penerbangan.

Sistem udara di kabin dapat disirkulasi dengan baik setiap dua menit. Pesawat juga dilengkapi dengan MicroShiel360, yaitu sistem pelapisan di dalam pesawat yang dapat mencegah tumbuhnya mikroba di permukaan-permukaan interior kabin.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *