Uni Eropa akan laksanakan uji penerbangan Boeing 737 MAX

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) akan melaksanakan uji penerbangan Boeing 737 MAX mulai 7 September mendatang. Pengumuman ini muncul dua bulan setelah Administrasi Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat melaksanakan uji penerbangan serupa lebih dulu.

Dikatakan EASA, uji penerbangan B737 MAX akan dilaksanakan di Vancouver, Kanada.

EASA menandaskan, izin yang dikeluarkan oleh FAA tidak secara otomatis berlaku untuk penerbangan di Eropa.

Meski begitu, EASA tidak akan melarang B737 MAX terbang lagi dengan catatan ada kerja sama antara FAA dengan Boeing untuk mengembalikan pesawat tersebut ke layanan penerbangan. EASA pun menjalin kerja sama yang baik dengan kedua institusi tersebut.

EASA menilai, sejauh ini FAA telah mengajukan berbagai macam perubahan yang harus dilakukan Boeing sebelum pesawat itu dapat terbang lagi di layanan komersial.

Hal-hal yang diminta untuk diperbaiki antara lain meliputi perangkat lunak kontrol penerbangan, revisi prosedur kru, dan mengubah rute kabel internal.

Sebelum melaksanakan penerbangan di pesawat sesungguhnya, seperti Airspace Review kutip dari BBC, EASA terlebih dahulu akan melaksanakan penerbangan menggunakan simulator 737 MAX di Bandara Gatwick, London mulai tanggal 1 September.

Diharapkan, 737 MAX dapat kembali mengudara di seluruh dunia mulai tahun depan.

Pesawat seri terbaru B737 MAX mendapat larangan terbang sejak Maret 2019 menyusul dua kecelakaan pada pesawat tersebut yang dioperasikan oleh Lion Air dan Ethiopian Airlines.

Kedua kecelakaan fatal itu telah menewaskan total 346 orang.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *