F-15JSI, Rajawali Samurai yang kian sakti

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – F-15 Eagle merupakan salah satu pesawat tempur yang memiliki catatan tempur yang baik, kalau bukan disebut sebagai salah satu yang terbaik. Dalam berbagai pertempuran udara, jet tempur buatan Amerika Serikat (AS) ini belum pernah ditembak jatuh oleh pesawat tempur lawan.

Armada F-15 milik AU Israel memegang rekor “kill” terbanyak hingga saat ini. Namun sesungguhnya operator terbesar F-15 Eagle di luar Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) bukanlah Israel, melainkan Angkatan Bela Diri Udara Jepang (JASDF/Japan Air Self-Defense Force).

Tahun 1980 Jepang mulai mengoperasikan F-15J, yaitu varian F-15C yang dibuat khusus untuk JASDF.

Dari 213 unit total pesanan, hanya beberapa belas unit saja yang dibuat oleh McDonnell Douglas (pabrikan asli F-15, sebelum diakuisisi oleh Boeing). Sisanya dibuat oleh Mitsubishi Heavy Industries (MHI) Jepang, termasuk mesin F100 yang dibuat oleh Ishikawajima-Harima Heavy Industries (IHI) dengan lisensi dari Pratt & Whitney.

Di antara 223 unit F-15J tersebut, sekira 50-an unit merupakan varian kursi ganda yaitu F-15DJ (turunan langsung dari F-15D).

Perbedaan utama F-15J/DJ dengan F-15C/D terletak pada perangkat RWR (radar warning receiver) J/APR-4 dan ECM (electronic countermeasures) J/ALQ-8 yang merupakan buatan Jepang sendiri.

Meski dari segi usia operasional sudah cukup tua, dari segi jam terbang armada F-15J/DJ JASDF sebenarnya malah masih lebih muda ketimbang armada F-15C/D Eagle AU AS.

Itu sebabnya pemerintah Jepang berani memutuskan untuk meningkatkan kemampuan (upgrade) sebagian besar armada F-15J/DJ.

F-15J_airspace review
Flickr

Pada Oktober 2019, pemerintah Amerika Serikat resmi mengabulkan permohonan Jepang untuk membeli kit upgrade senilai sekitar 4,5 miliar dolar AS untuk 98 unit F-15J/DJ.

Upgrade yang akan dilakukan utamanya meliputi penggantian radar dengan tipe AESA (active electronically scanned array) Raytheon AN/APG-82(V)1, pemasangan Advanced Display Core Processor II untuk komputer misi, serta AN/ALQ-239 Digital Electronic Warfare System

Pasca upgrade, kode desainasi F-15 Jepang menjadi F-15JSI (Japan Super Interceptor). Dari namanya bisa ditebak, bahwa fungsi utama dari armada F-15 Jepang ini adalah untuk penyergapan dan pertempuran udara, kendati mampu melaksanakan serangan darat secara terbatas.

Kemampuan peperangan elektronik (electronics warfare) dan datalink secara khusus diprioritaskan. Diyakini, tujuannya agar armada Rajawali Samurai yang baru ini dapat beroperasi bersama dan saling mengisi dengan jet-jet tempur siluman F-35A/B Lightning II yang sebanyak 135 unit sudah dipesan Tokyo.

F-15J_1_airspace review
JASDF

Ke depannya, F-15JSI tak hanya mampu membawa rudal udara ke udara generasi terbaru macam AIM-9X Sidewinder atau AIM-120C-7 AMRAAM. Melainkan juga, rudal udara ke udara buatan mandiri Jepang seperti AAM-3, AAM-4 dan AAM-5. Yang disebut terakhir bahkan memiliki kecanggihan “lock-on after launch” yang tergolong fitur generasi baru.

Satu catatan menarik, selain sebagai operator terbesar F-15, Jepang disebut-sebut memiliki rekor kesiapan terbang F-15 yang paling baik di dunia.

Pernah dalam suatu periode, skadron JASDF bisa mengirim flight F-15-nya menyergap pesawat-pesawat Angkatan Udara China (PLAAF) yang melintasi wilayah perbatasan sebanyak lima kali dalam sehari.

Antonius KK

editor: ron

6 Replies to “F-15JSI, Rajawali Samurai yang kian sakti”

  1. Tulisan yang bagus dan menarik…padat dan memberikan pengetahuan baru buat pembacanya…apalagi sy sebagai org awam yang “buta” tentang hal kemiliteran…keren deh pokoknya

    1. Rekor yg dimaksud adalah tertembak dlm duel vs sesama Pesawat Tempur baik WVR (dogfight) maupun BVR.
      Kalau yg tertembak SAM atau MAMPADS ( sista ARHANUD ), gak dihitung..
      CMIIW

  2. 17/18 January 1991: F-15E-46-MC, 88‑1689, c/n 1098/E073, of the 336th FS, 4th TFW, USAF, was shot down by anti-aircraft artillery on the first day of operation Desert Storm.[5][23][24]

    19/20 January 1991: F-15E-46-MC, 88‑1692, c/n 1101/E076, of the 336th FS, 4th TFW, USAF, was shot down by a Soviet made SA-2E missile during Operation Desert Storm. Both crew

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *