Pertama di Asia Tenggara, Filipina pesan buldoser amfibi dari FNSS Turki

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Perusahaan pertahanan FNSS asal Turki mengumumkan telah menandatangani perjanjian untuk mengekspor bolduser lapis baja amfibi ke Filipina. Manila menjadi pelanggan pertamanya di kawasan Asia Tenggara.

Direktur Utama Sistem Pertahanan FNSS Turki Nail Kurt mengatakan hal itu kepada Anadolu Agency (AA) pada 10 Februari 2020 seperti Airsapce Review kutip.

Bolduser bernama Kunduz ini akan diserahkan pada 2021 mendatang, namun tak disebutkan berapa unit yang akan diakuisisi oleh Filipina.

Ditilik dari penampilannya, Kunduz sangat menyerupai desain wahana EV (Engineering Vehicle) M9 ACE (Armoured Combat Earthmover) buatan Amerika Serikat.

FNSS sendiri mulai mengembangkan Kunduz pada Juni 2009 untuk memenuhi permintaan dari Angkatan Bersenjata Turki (TSK) dalam proyek bernama AZMİM (Amfibik Zırhlı Muharebe İstihkam İş Makinesi).

Prototipe pertama Kunduz mulai dikirimkan kepada TSK pada 11 Januari 2013. Selanjutnya selusin kendaraan versi produksi tuntas diserahkan di penghujung tahun yang sama.

Perawakan Kunduz terbilang kompak. Kendaraan ini memiliki panjang 6,2 m, lebar 3,3 m, dan tinggi 3,2 m.

Kunduz
TSK

Bolduser dengan berat tempur mencapai 19,5 ton ini digerakkan menggunakan mesin diesel Caterpillar dan dibekali transmisi otomatis buatan Allison. Laju maksimumnya di darat mencapai 45 km/jam.

Hebatnya, Kunduz juga mampu mengapung di atas air alias berkemampuan amfibi. Kendaraan dibekali dua water jet sehingga mampu berenang dengan kecepatan 8,6 km/jam.

Di darat, Kunduz dapat berbelok 360 derajat berputar pada porosnya. Kendaraan juga dapat berputar 360 derajat di arus rip (arus balik) yang biasa terjadi di bibir pantai.

Tanjakan dengan gradien 60 derajat dan kemiringan jalan 30 derajat dapat dilewati Kunduz dengan mudah. Termasuk juga rintangan vertikal 40 cm dan parit sedalam 1,5 dapat diatasinya.

Kunduz
TSK

Kunduz hanya menampung dua awak yakni operator kendaraan dan petugas pengatur. Keduanya terlindung dalam kabin yang tahan peluru senapan serbu. Kunduz juga dapat bertahan dari ledakan ranjau darat atau IED.

Kelengkapan standar yang diusung Kunduz di antaranya sistem kamera siang hari, perangkat penglihatan malam (night vision), layar LED multiguna, dan pendingin udara (AC).

Fitur keamanan yang melekat padanya di antaranya enam pelontar granat asap serta sistem keamanan antipaparan senjata kimia, biologi, radiologi, nuklir (CBRN).

Kompartemen mesin Kunduz juga dibekali perlindungan antikebakaran terintegrasi dan alat pemadam model portabel. Tersedia juga winch penyelamat berkekuatan menarik beban hingga 15 ton.

Kunduz
Kunduz

Kunduz tergolong dalam wahana EV serbaguna, dapat melaksanakan beragam pekerjaan mulai dari meratakan, menggali, dan memindahkan tanah serta membersihkan rintangan medan.

Selain itu Kunduz juga dapat memangkas lereng yang curam dan menyetabilkan tepian sungai untuk mempermudah penyeberangan kendaraan tempur lainnya selama operasi penyerbuan amfibi.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *