Green Africa Airways berminat membeli 50 A220-300

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Maskapai biaya rendah pendatang baru asal Nigeria, Green Africa Airways (IATA: Q9), menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Airbus untuk kemitraan strategis pengadaan 50 A220-300.

Green Africa menyatakan minatnya untuk membeli A220-300 dari Airbus yang ditenagai mesin Pratt & Whitney PW1500G.

Penandatanganan MoU dilaksanakan di ajang Singapore Airshow 2020 pada 13 Februari sebagaimana diberitakan Airbus di lamannya.

Bila rencana ini terwujud, maka pengadaan 50 A220-300 oleh Green Africa akan menjadi pembelian terbesar pesawat tersebut dari kawasan Benua Afrika.

Tidak dijelaskan kapan pengadaan pesawat dengan Airbus ini akan diwujudkan.

Sebelumnya di tahun 2018, maskapai yang berpusat di Lagos ini telah menandatangani MoU dengan Boeing untuk pengadaan 100 unit 737 MAX.

Akan tetapi, sebelum pesawat diterima, Badan Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat telah menetapkan status larangan terbang (grounded) bagi Boeing 737 MAX 8 sejak Maret 2019 hingga saat ini. Tidak disebutkan bagaimana kelanjutan pengadaan pesawat tersebut oleh Green Africa.

Hingga Januari 2020 Airbus mengumumkan telah mendapatkan pesanan untuk 658 unit A220.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *