Korea Selatan bentuk skadron intai RQ-4B Global Hawk

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Korea Selatan telah membentuk skadron intai berkekuatan pesawat tanpa awak jenis HALE (high-altitude, long-endurance) RQ-4 Global Hawk RPA (Remotely Piloted Aircraft) buatan Northrop Grumman, Amerika Serikat.

Skadron ini akan membantu pasukan darat dengan memasok data intelijen dari udara. Di antaranya data mengenai pergerakan pasukan musuh dan sistem persenjataan yang dikerahkan lawan.

Menteri Pertahanan Korea Selatan Jeong Kyeong-doo seperti dikutip Yonhap pada hari Jumat mengatakan, satu unit RQ-4B telah diterima Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF) pada 13 Desember tahun lalu. Seoul membeli empat unit drone berukuran besar ini di mana tiga unit lainnya akan dikirimkan menyusul tahun ini.

RQ-4 memiliki kemampuan bertahan di udara selama 40 jam dan dapat melakukan pengintaian dari ketinggian hingga 20 km (65.600 kaki). Wahana ini mampu mengidentifikasi suatu benda berdiameter 30 cm di daratan dari ketinggian terbangnya. Untuk daya jelajah, Global Hawk mampu terbang sejauh 3.000 km.

Selain memiliki Global Hawk, saat ini Korea Selatan juga telah mengoperasikan tujuh tipe UAV lainnya dengan jumlah mencapai 800 unit. Baik drone untuk latihan maupun drone untuk operasi.

Sementara untuk pesawat tempur, Seoul telah membeli 40 F-35A Lightning II di mana 13 di antaranya telah diterima oleh ROKAF.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *