Mulur dari jadwal, Mitsubishi SpaceJet tak dapat diserahkan tahun ini

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Mitshubishi Aircraft Corp. (MITAC) masih menghadapi sejumlah kendala termasuk kendala teknis yang menyebabkan jadwal pengiriman pesawat SpaceJet pertama dipastikan kembali batal tahun ini.

Ini adalah penundaan keenam yang dilakukan MITAC anak perusahaan Mitsubishi Heavy Industries Ltd (MHI) kepada launch customer All Nippon Airways (ANA) untuk pesawat yang semula bernama Mitsubishi Regional Jet (MRJ) ini.

Seperti diberitakan NHK dari sumber yang diwawancara, MHI awalnya akan melaksanakan penerbangan perdana SpaceJet (pesawat hasil desain ulang dari MRJ) pada Juni tahun lalu. Namun, hal itu batal lantaran tertundanya kesiapan sejumlah komponen pesawat.

Keputusan penundaan penyerahan pesawat, merupakan kemunduran terbaru bagi perusahaan setelah terjadi pembatalan pesanan hingga 100 unit oleh Trans States Holdings Inc. (operator tiga maskapai regional di Amerika Serikat) pada Oktober tahun lalu.

BACA  AU Irak Sudah Terima 36 F-16IQ Fighting Falcon dari Amerika Serikat

Jauh sebelum ini, MHI berencana untuk mulai mengirimkan pesawat jet penumpang regional buatan dalam negeri pada 2013 silam. Akan tetapi, rencana pengiriman tersebut berulang kali ditunda karena adanya perubahan desain, kajian manufaktur, dan keterlambatan pengiriman suku cadang.

Penundaan berkali-kali ini disebut telah menyebabkan pembengkakan biaya pengembangan hingga 800 miliar yen (7,3 miliar dolar AS) dari perkiraan semula 600 miliar yen (5,5 miliar dolar AS).

SpaceJet M90
Matti Blume

MHI berencana untuk mengumumkan penundaan keenam kalinya ini pada 6 Februari saat rapat laporan keuangan perusahaan terbaru. MHI merupakan pemilik 64 persen saham di MITAC.

MITAC sendiri hingga saat ini telah membuat delapan prototipe MRJ, yaitu 7 MRJ90 dan satu MRJ70. MRJ mengudara perdana pada 11 November 2015.

BACA  Selain Operasi Bersama, Basarnas Akan Latih Personel SAR Sri Lanka

Sementara untuk SpaceJet akan dibuat dua varian, yaitu M90 dan M100.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *