Tak hanya proyek Hurjet, Turki ajak Malaysia dalam pengembangan TF-X

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Tak mendapat izin untuk memiliki F-35 dari Amerika Serikat, Turki makin serius dengan program pengembangan jet tempur siluman dalam negeri, TF-X. Kini Ankara mengajak Kuala Lumpur untuk ikut dalam program pengembangan jet tempur generasi kelima ini.

Sebelumnya, Turki mengajak Malaysia untuk ikut bergabung dalam proyek produksi jet latih dan serang ringan Hurjet (HÜRJET) yang dikembangkan Turkish Aerospace (TA).

Diberitakan Defense News, CEO Turkish Aerospace Temel Kotil menyatakan Malaysia memiliki potensi pengembangan produksi bahan komposit.

Untuk itulah tahun lalu TA telah menandatangani nota kesepahaman dengan Malaysia untuk menyuplai bahan komposit bagi TF-X nantinya.

Selain memberikan tawaran kepada Malaysia, Turki juga mempertimbangkan Indonesia, Pakistan, Bangladesh, dan Kazakhstan sebagai mitra kerja sama potensial.

Terbang perdana dengan mesin dalam negeri pada 2029

Sementara itu, bersamaan dengan perancangan dan pengembangan struktur pesawat, Turki juga menggenjot pembuatan mesin dalam negeri untuk digunakan oleh TF-X.

Seperti diberitakan Daily Sabah, kerja sama penelitian dan pengembangan mesin dilakukan TR Motor dengan sejumlah institusi terkait.

CEO TR Motor Osman Dur mengatakan, mesin untuk Program TF-X direncanakan selesai pada 2026 atau 2027.

Selanjutnya TF-X akan melakukan penerbangan perdana menggunakan mesin dalam negeri Turki pada 2029.

Dikatakan, saat ini sebanyak 80 insinyur terlibat dalam proyek pembuatan mesin domestik untuk TF-X.

Mock-up jet tempur siluman TF-X rancangan Turkish Aerospace di Paris Air Show 2019.

Gantikan F-16

TF-X dirancang menjadi kompetitor F-35 Lightning II buatan Lockheed Martin. Namun, beda dengan F-35 yang menggunakan mesin tunggal, TF-X bermesin ganda.

Pesawat ini nantinya diproyeksikan dapat mengggantikan peran F-16. Turki juga akan mengekspor pesawat ini ke negara lain.

TF-X utamanya dirancang untuk melaksanakan pertempuran udara ke udara. Bentuk pesawat ini dibuat sedemikian aerodinamis agar menghasilkan kecepatan terbang yang tinggi hingga kecepatan Mach 2.

TF-X merupakan proyek bersama antara Turkish Aerospace dengan Industri Pertahanan Kepresidenan (SSB) Turki.

Dalam mewujudkan program ini Turki bekerja sama dengan BAE Systems. Di sisi yang lain BAE Systems juga tengah mengembangkan jet tempur generasi keenam, Tempest.

Model skala penuh TF-X pertama kali dipamerkan TA dalam penyelenggaraan Paris Air Show pada Juni 2019 lalu.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *