Hanya sedikit yang operasional, Jerman alami krisis helikopter militer

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) mengalami krisis helikopter militer. Hal ini lantaran dari jumlah helikopter yang dimiliki, hanya sedikit yang dapat operasional.

Helikopter angkut NH90 misalnya, dari 99 yang dimiliki hanya 12 unit saja yang bisa dioperasikan. Artinya kurang lebih hanya 12 persen saja yang dapat digunakan.

Sementara helikopter serang Tiger, dari 53 unit yang dimiliki hanya delapan unit saja yang bisa dioperasikan alias hanya 15 persennya saja yang siap operasional.

Adalah koran Bild yang memberitakan hal ini pada edisi 1 Januari 2020. Menurut sumber yang dikutip, Bild menulis bahwa kondisi itu berdasar data hingga November 2019 atau kurang lebih satu bulan sebelum pergantian tahun baru.

Atas minimnya kesiapan operasional helikopter militer, dikabarkan Bundeswehr cenderung menyalahkan pihak Airbus Helicopters Jerman (AHD) yang telah mendapatkan kontrak perawatan kedua heli namun tidak sepenuhnya melakukan tugasnya.

Meski begitu, pernyataan tersebut mendapatkan kritikan dari pihak lain yang menyebut bahwa tidak sepatutnya Bundeswehr menyalahkan AHD. Karena bagaimanapun, pangkalnya adalah ketidakcukupan anggaran yang dialokasikan, termasuk oleh Bundeswehr sendiri untuk perawatan helikopternya.

NH90 Jerman
Airbus Helicopters NH90 dioperasikan oleh Angkatan Darat Jerman.

Tahun lalu, pemerintah Jerman juga mendapat kritikan dari Amerika Serikat karena mengalokasikan anggaran militer kurang dari 2% dari produk domestik bruto (GDP) sebagaimana telah disetujui oleh negara-negara NATO selama bertahun-tahun.

Menurut laporan Sputniknews, pemerintah Jerman dalam laporan tertulis kepada parlemen bahkan mengakui, Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe) tahun lalu telah gagal memenuhi standar minimum NATO yang mensyaratkan pencapaian minimal 180 jam terbang per tahun untuk seorang pilot tempur.

Hal itu terjadi lantaran Luftwaffe tidak memiliki cukup pesawat yang dapat diterbangkan oleh para pilotnya. Tercatat, hanya 512 dari 875 pilot Luftwaffe yang mampu memenuhi target NATO tahun lalu.

Helikopter serang Tiger.

Berita mengenai rendahnya kesiapan armada tempur Luftwaffe, mengemuka pada Mei 2018 setelah majalah Der Spiegel mempublikasikan bahwa hanya 10 dari 128 jet tempur Eurofighter Typhoon milik Luftwaffe yang bisa digunakan. Lainnya grounded karena masalah teknis.

Tentang helikopter Tiger dan NH90, Angkatan Darat Jerman (Deutsches Heer) menerima seri produksi pertama helikopter Tiger pada 2005 dari Airbus Helicopters yang saat itu namanya masih Eurocopter.

Sementara NH90, diterima pertama kali oleh Heer dari NHIndustries setahun berikutnya atau pada 2006.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *