KAI Perkenalkan Dua Varian Heli Surion Besenjata di Seoul ADEX 2019

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Korea Aerospace Industries (KAI) memperkenalkan dua varian heli bersajata berbasis KUH-1 Surion dalam Pameran Penerbangan dan Pertahanan (ADEX) pada 15-20 Oktober di Seoul, Korea Selatan.

Heli pertama adalah heli serbu yang dinamai KUH-1E. Heli hadir dalam wujud skala penuh (mock up 1:1). Heli yang mampu membawa 12 personel pasukan ini dibekali sayap kecil melengkung di depan pintu geser samping untuk menggantung persenjataan.

Pilihan senjata yang dapat dibawa berupa empat rudal antitank Hellfire atau rudal Spike. Lalu tabung roket kaliber kaliber 70 mm atau tabung berisi senapan mesin kaliber 12,7 mm.

KUH-1E
Istimewa

Fitur unggulan lain yang ditawarkan pada KUH-1E adalah sistem glass cockpit terintegrasi Garmin G3000 dengan sistem layar sentuh. Lalu perangkat traffic collision avoidance systems(TACS II) dan radar cuaca tiga dimensi terbaru.

Dikutip dari Defense News, KAI tengah menawarkan KUH-1E untuk Angkatan Udara Korea Selatan (RoKAF) sebagai helikopter pengganti UH-60 Black Hawk.

Selain itu target pasar ekspor KUH-1E adalah negara-negara di Amerika Selatan dan Afrika. Negara-negara potensial lainnya adalah di Asia Tenggara di mana Indonesia disebut menjadi target utamanya.

KUH-1E
Istimewa

Selanjutnya, helikopter serbu kedua yang ditampilkan KAI dalam ADEX 2019 adalah MAH (Marine Attack Helicopter). Namun MAH hanya tampil dalam wujud model skala saja.

MAH dikembangkan untuk memenuhi permintaan Korps Marinir Korea Selatan (RoKMC). Seperti diketahui RoKMC tengah mencari 24 heli serang berbasis kapal laut untuk operasi penyerbuan amfibi.

MAH
Istimewa

Dibandingkan dengan KUH-1E, MAH memiliki persenjataan yang lebih berat. Sayap kecil untuk gantungan senjata (stub wing) ditempatkan di antara pintu pilot dan pintu geser samping.

Tersedia enam enam cantelan senjata pada tiap sayap kecilnya. Dengan persenjataan berupa tabung roket 70 mm, empat rudal antitank Hellfire dan sepasang rudah udara ke udara Mistral ATAM.

MAH
Istimewa

Tak hanya itu, di bawah dagu MAH juga dipasangi kanon kaliber 20 mm dan dilengkapi kubah penargetan FLIR di bagian hidungnya.

KAI sendiri tengah menunggu permintaan untuk proposal (RFP) dari Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan sebelum 2020. Bila telah pasti, KAI baru akan membuat purwarupa terbang MAH.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *