Rantis dan Ranpur Andalan Korps Paskhas TNI AU (Bagian 2)

AIRSPACE REVIEW (angkasareview.com) – Selain mengoperasikan kendaraan taktis (rantis), Korpaskhas TNI AU juga memiliki beberapa kendaraan tempur (ranpur) serbaguna lapis baja. Yuk, kita simak koleksi ranpur Baret Jingga yang aktif saat ini:

DMV-30A

DMV-30A
Rangga B. Sawiyya

Ranpur lapis baja buatan Engineering Service PTDI ini diakuisisi untuk menggantikan Land Rover versi armored yang dimiliki sebelumnya. DMV-30A (Armored) mengusung mesin diesel kapasitas 2.500 cc berdaya 120 ps.

Dengan ground clearance yang tinggi dan kaki-kaki yang tangguh menjadikan kemampuan DMV-30A cukup mumpuni melahap medan off-road juga sanggup untuk menaiki tangga gedung untuk pertempuran dalam kota.

Perlengkapan senjata yang bisa diusung di atas atapnya cukup varatif. Mulai dari senapan mesin kaliber 7,6 mm atau 12,7 mm hingga pelontar granat otomatis kaliber 40 mm.

Tersedia pula lubang tembak dari dalam kabin sebanyak empat titik untuk senapan serbu atau SMG. Kulit baja DMV-30A bisa menahan tumbukan proyektil hingga kaliber 7,62 mm secara menyeluruh.

SSE P2 Commando II

P2 Commando
Rangga B. Sawiyya

Setelah menunggu dua tahun dari pemesanannya, ranpur P2 Gen II versi Commando buatan SSE mulai diserahterimakan pada Maret 2017 di Markas Wing I Paskhas.

Kendaraaan yang diawaki empat orang ini memiliki proteksi secara menyeluruh yang tahan terhadap tumbukan proyektil hingga kaliber 76,2 mm.

Sebagai penggerak P2 Commando dilengkapi mesin diesel buatan Iveco F1D yang menghasilkan daya 182 hp. Kendaraan bisa dibesut di jalan rata hingga kecepatan 130 km/jam.

Untuk pertahanan diri, ranpur ini bisa membawa senapan mesin kaliber 7,62 mm atau 12,7 mm yang terpasang di kubah senjata di atapnya.

Dimensi yang tak terlalu besar dan bobotnya yang hanya 4,5 ton, menjadikan P2 Commando bisa digeser dengan mudah melalui udara menggunakan pesawat C-130 Hercules TNI AU.

TAD Turangga

TAD Turangga
Rangga B. Sawiyya

Ranpur terakhir yang dimiliki Korpaskhas adalah Turangga buatan Tugas Anda Defence (TAD). Purwarupa Turangga (kuda) ini mulai tampil perdana di hadapan publik pada pameran internasional Indo Defence 2016 di Kemayoran, Jakarta.

Turangga dibangun berdasar sasis Ford 550 Heavy Duty yang memang populer untuk diubah menjadi kendaraan militer karena keandalannya.

Secara dimensi Turangga memiliki panjang 6,4 m, tinggi 2,4 m, dan lebar 2,4 m. Sedangkan wheelbase-nya 418 cm. Untuk menghela bobotnya yang hampir 9 ton ini digunakan mesin diesel kapasitas 6.700 cc berdaya 400 hp.

Turangga dapat dipacu maksimum di jalan rata hingga 110 km/jam. Kapasitas tangkinya mencapai 160 liter solar yang cukup untuk menggerakkannya sejauh 800 km.

TAD baru melansir satu varian yakni jenis angkut pasukan (APC) yang dapat dimuati 12 orang prajurit termasuk komandan dan pengemudi.

Tingkat perlindungan ‘sang kuda baja’ adalah CEN Level B6 (standar proteksi kendaraan lapis baja Eropa) yang artinya dapat menahan tumbukan peluru senapan serbu kaliber 7,62×51 mm.

Sebagai persenjataan bela diri tersedia lubang tembak untuk senapan serbu dari dalam kabin, yakni empat titik berada pada kaca samping dan sebuah di jendela belakang.

Di atapnya juga dapat dipersenjatai senapan mesin kaliber 7,62 mm atau 12,7 mm yang dioperasikan secara manual. Kendaraan ini juga dimungkinkan untuk dilengkapi stasiun senjata kendari jarak jauh (RCWS).

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *