Penembakan Air-to-Ground, Lima Flanker Asah Taji di Pandanwangi

AIRSPACE REVIEW (AngkasaReview.com) – Memasuki minggu kedua, lima jet tempur Su-27/30 dari Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar yang kini berada di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang melaksanakan latihan penembakan dari udara ke darat (air-to-ground).

Penembakan dari udara dilaksanakan menggunakan bom dan roket terhadap sasaran yang sudah disiapkan di Air Shooting Range (ASR) Pandanwangi, Lumajang, Jawa Timur.

Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Skadron Udara 11 Mayor Pnb Andry “Stellar”Libarsyah menyatakan, lima pesawat Su-27/30 melaksanakan penerbangan presisi sebanyak tujuh sorti.

“Penembakan menggunakan bom OFAB 250 dan roket jenis S-8 Kom,” ujarnya Senin (1/7).

Ditambahkan, penembakan udara ke darat dilakukan oleh para penerbang tempur Flanker dari ketinggian 2.500 kaki (762 meter).

Penlanud ABD

Sebelum melaksanakan penembakan, pesawat Su-27/30 terlebih dahulu melakukan persiapan menukik dengan terbang pada ketinggian 5.500 kaki (1.676 meter).

“Begitu ketinggian mencapai 2.500 kaki, penerbang menekan tombol senjata hingga roket dan bom meluncur dengan cepat ke sasaran di darat,” jelasnya seperti dikutip Kepala Penerangan Lanud Abdulrachman Saleh dalam siaran pers yang dilayangkan kepada Airspace Review hari ini.

Dari hasil pemantauan, semua sasaran hancur lebur tak bersisa.

Roni Sontani

* AngkasaReview.com

One Reply to “Penembakan Air-to-Ground, Lima Flanker Asah Taji di Pandanwangi”

  1. Kenepa di Malang ? Apakah ada hubungan latihan bersama dgn f 16 amrik kemarin ?
    Kalau benar itu sangat membahayakan kerahasiaan flanker kta. Dengan teknologi mrk, mrk bisa membongkar mengetahui,
    enkripsi system komunikasi, dan elektronika flanker kita. Apakah tdk terpikirkan oleh petinggi kita ? Bukankah kita semua tau setiap flanker dilengkapi jammer dan anti jammer. Mf jika salah Hanya mengkhawatirkan saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *