Mengenal MQ-4C Triton, Drone Intai Angkatan Laut AS Yang Ditembak Jatuh Iran

AIRSPACE REVIEW (AngkasaReview.com) – Setelah sebelumnya membantah pesawat intai tak berawaknya ditembak jatuh oleh sistem artileri pertahanan ududara Korps Garda Revolusi Iran (IGRC), akhirnya  Amerika Serikat (AS) mengakui bahwa drone intainya memang betul ditembak jatuh pada 20 Juni 2019.

Seperti dilansir Reuters, Juru Bicara Pusat Komando AS (CENTCOM) Kapten Angkatan Laut Bill Urban membenarkan drone intai milik AS ditembak jatuh di atas Selat Hortmuz, Persia. Drone saat itu sedang terbang di ruang udara internasional, bukan di wilayah udara Iran seperti klaim IGRC.

Pernyataan ini sekaligus mengungkapkan bahwa drone intai yang ditembak jatuh adalah MQ-4C Triton milik Angkatan Laut AS (AL AS), bukan RQ-4B Global Hawk yang dioperasikan oleh Angkatan Udara AS.

Terlepas dari pemasalahan klaim yang benar antarkedua negara, redaksi AR mengulas selayang pandang mengenai drone intai jarak jauh andalan AL AS ini.

MQ-4C Triton adalah pesawat terbang tak berawak berkemampuan terbang tinggi berjangkauan jauh (high-altitude long endurance/HALE) yang diproduksi oleh Northrop Grumman. Pesawat sebelumnya dikenal sebagai RQ-4N yang dibangun berdasar platform RQ-4 Global Hawk.

MQ-4 C Triton
Northrop Grumman Northrop Grumman
Northrop Grumman

MQ-4C Triton dikembangkan di bawah program Broad Area Maritime Surveillance (BAMS). Sistem ini dimaksudkan untuk memberikan misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) secara real-time pada wilayah laut dan pesisir yang tetap, pengawasan maritim berkelanjutan, serta melakukan misi SAR.

Purwarupa MQ-4C Triton terbang perdana pada 22 Mei 2013. AL AS memesan sebanyak 68 pesawat. Awalnya diharapkan kelompok pertama drone akan beroperasi di akhir 2015, namun baru terlaksana pada Mei 2018. Seluruh pesanan MQ-4C Triton diharapkan tuntas pada 2023.

Sistem misi yang ditanamkan dalam MQ-4C Triton sendiri berupa MTS-B (Multi-Spectral Targeting  System), lalu  AIS (Automatic Identification System), MFAS Radar (Multifungtion Active Sensor Radar), dan perangkat ESM (Electronic Support Measures).

Dalam sebuah misi penerbangannya, MQ-4C Triton  dapat memonitor  wilayah laut hingga 1 juta mil persegi yang didukung sensor misi dengan cakupan 360 derajat. Untuk pengoperasian MQ-4C Triton dibutuhkan empat awak stasiun darat.

MQ-4C Triton berdimensi panjang 14,5 m, tinggi 4,7 m, rentang sayap 39,9 m, dan berat total 14,6 ton. Sebagai penggerak digunakan sebuah mesin turbofan Rolls-Royce AE3007 berdaya 39 kN. Kecepatan terbang maksimum 575 km/jam dan ketinggian terbang maksimum 17.000 m. Sementara untuk jangkauan operasi sejauh 15.000 km atau terbang dalam durasi 24 jam.

IGRC IGRC

Saat ini MQ-4C Triton baru dimiliki oleh AL AS. Wahana ini dioperasikan oleh Skadron Patroli Tanpa Awak ke-19 yang bermarkas di Stasiun Angkatan Laut (NAS) di Jacksonville, Florida.

Di luar AS, dua negara yang berminat mengoperasikan MQ-4C Triton dan telah melakukan pemesanan adalah Angkatan Udara Australia (RAAF) serta Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe).

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *