ANA Terima A380 “Flying Honu” Kedua, Sang Kura-kura Hawaii Sehijau Zamrud

AIRSPACE REVIEW (angkasareview.com) – Maskapai bintang lima terbesar di Jepang, All Nippon Airways (ANA), telah menerima pengiriman pesawat kedua A380 “Flying Honu” dari tiga unit yang dipesan dari Airbus. ANA menyebutkan, pesawat diterima pada 15 Mei lalu.

Sama seperti “Flying Honu” pertama yang diterima pada Maret lalu, A380 brand new pesanan ANA ini diberi corak bergambar kura-kura (Honu) Hawaii. Laut dan pantai sebening kristal di Hawaii yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan jadi warna dominan yang dipilih.

Bila “Flying Honu” yang pertama mengambil warna dominan biru berpadu putih menandakan langit biru yang menawan di Hawaii, maka di unit yang kedua ini warna dominan yang digunakan adalah hijau berpadu putih. Warna hijau merefleksikan kebeningan warna air di pantai yang mengelilingi Hawaii. Sementara di unit ketiga, warna dominan yang dipilih adalah oranye berpadu putih, terinspirasi dari warna matahari terbenam (sunset) di pantai Hawaii.

Gambar kura-kura di pesawat A380 tersebut tampak tersenyum. Bila dilihat dari depan, pesawat gigantis A380 tampak seperti kura-kura terbang yang menawan. Corak ini dipilih ANA selain sesuai dengan destinasi yang dijual, juga menyiratkan optimisme rute penerbangan yang dilayani dari Bandara Internasional Narita (NRT) di Jepang ke Bandara Internasional Honolulu (HNL) di Hawaii pergi-pulang.

A380 Flying Honu
ANA

“Kami sangat senang menyambut A380 kedua ini ke dalam jajaran pesawat penerbangan kelas dunia yang kami miliki,” ujar Wakil Presiden Eksekutif ANA Yutaka Ito.

Ia menjelaskan, visual corak pada A380 “Flying Honu” ANA mengangkat cerita tradisonal rakyat Hawaii. Di Hawaii, kura-kura laut menjadi simbol keberuntungan dan kemakmuran. Sementara warna hijau, juga merefleksikan warna zamrud yang sangat cantik.

Selanjutnya, “Flying Honu” kedua ini akan mulai dioperasikan pada Juni 2019. Penerimaan pesawat dari Airbus yang lebih cepat dari jadwal semula inilah yang memungkinkan pesawat ini dioperasikan satu bulan lebih cepat dari jadwal operasional semula pada Juli.

Airbus

Dimulai pada 24 Juni 2019, kata ANA dalam keterangan tertulisnya, pesawat akan melayani penerbangan tiga kali seminggu Narita-Honolulu vv. Penerbangan dilaksanakan pada Selasa, Jumat, dan Minggu dengan nomor penerbangan NH183 dan NH184.

Kemudian mulai 1 Juli 2019, frekuensi penerbangan akan ditingkatkan menjadi 10 kali dalam seminggu dengan tambahan nomor penerbangan NH181 dan NH182.

Di tengah masa surut penggunaan A380 oleh sebagian besar maskapai besar, ANA justru baru mau memulai menggunakan pesawat ini. Tidak ada keraguan di jajaran ANA untuk mengoperasikan sang superjumbo.

ANA memesan 3 A380 kepada Airbus di tahun 2015. Ketiga “Flying Honu” dikonfigurasi ke dalam empat kelas yaitu kelas utama, kelas bisnis, kelas ekonomi premium, dan kelas ekonomi dengan total kapasitas penumpang yang disediakan sebanyak 520 kursi.

Berikutnya, ANA juga akan menyediakan tiket COOUChii, yaitu untuk kelas ‘super utama’ di mana tiga atau empat kursi yang berdekatan dapat diubah menjadi sebuah sofa yang berfungsi juga sebagai tempat tidur yang empuk. Tiket COOUCHii merupakan tiket termahal yang dijual ANA.

A380 “Flying Honu” yang dipesan ANA menjadi produksi A380 termuda yang dibuat Airbus. Bisa juga pesawat ini menjadi produksi terakhir A380 untuk maskapai. Pasalnya, dengan penurunan drastis pesanan A380, produksi sang superjumbo memang disudahi oleh Airbus.

Kita tunggu cerita kesuksesan dari ANA dengan A380-nya. Semoga…

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *