Satu Kotak Hitam Lion Air Ditemukan, Tabir Jatuhnya PK-LQP Terbuka Setengah

ANGKASAREVIEW.COM – Satu kotak hitam (black box) pesawat Boeing 737 MAX 8 PK-LQP Lion Air yang jatuh di perairan Tanjung Karawang pada Senin, 29 Oktober 2018, berhasil ditemukan hari ini, Kamis, 1 November 2018, pukul 10.05 WIB.

Benda berwarna oranye tersebut berhasil dideteksi oleh Kapal Riset Baruna Jaya I milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan selanjutnya ditemukan di bawah lumpur oleh penyelam kesatuan Intai Amfibi (Taifib) Korps Marinir yakni Sertu Marinir Hendra Syahputra.

Dinas Penerangan Korps Marinir TNI AL menerangkan, Sertu Hendra menemukan kotak hitam tersebut pada kedalaman 35 meter dengan koordinat S 05 48 48.051 – E 107 07 37.622 dan koordinat S 05 48 46.545 – E 107 07 38. Kotak hitam ditemukan menggunakan alat yang bisa menangkap sinyal black box.

Sementara itu, penyelam Sertu Hendra mengatakan, dalam proses pencarian kotak hitam ia dan rekannya dihadang oleh arus laut yang kencang.

“Begitu kami turun arusnya kencang. Kemudian dengan keterbatasan, kita menggunakan tali untuk tidak terbawa arus,” ujarnya.

Awalnya Hendra tidak yakin bila di tempat tersebut ada black box, karena sedikit sekali serpihan dari PK-LQP yang ada di sana.  “Namun sinyal dari kotak hitam itu terus menguat dan setelah saya dekati dan gali lumpur, saya temukan benda itu,” tutur Hendra dalam keterangan kepada media yang disiarkan di televisi.

Kotak HitamDispen Kormar

Hendra mengaku, awalnya sempat merasa putus asa akibat arus air yang kencang. Tali yang digunakan pun sedikit menghambat pencarian.

“Namun, dengan tekad dan hati yang ikhlas serta mengikuti alat yang kami bawa, kami kecilkan areanya. Lalu pada tempat yang alatnya menimbulkan bunyi sensitif kami gali lumpur tersebut dan mendapatkan black box,” jelasnya.

Kotak hitam PK-LQP selanjutnya dibawa ke permukaan air lalu dimasukkan ke dalam kotak plastik berwarna putih yang juga diisi air laut. Setelah itu dipindahkan ke kotak khusus berwarna bening yang juga diisi air.

Kotak HitamDispen Kormar

Kotak hitam kemudian diserahkan kepada Kepala Basarnas Marsdya TNI M. Syaugi yang selanjutnya menyerahkannya lagi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono belum bisa memastikan apakah kotak hitam yang ditemukan tersebut FDR (Flight Data Recorder) atau CVR (Cockpit Voice Recorder). Untuk memastikannya, kata dia, baru bisa diketahui setelah diperiksa di laboratorium milik KNKT.

KNKT dalam konferensi pers sore tadi mengatakan, kotak hitam yang ditemukan ini dalam keadaan tidak utuh. Namun demikian, pelindung utama data rekamannya masih baik.

Investigator KNKT Ony Suryo Wibowo menduga, patahnya besi di kotak hitam (sehingga tidak utuh) akibat impak yang sangat keras. Ia berharap, satu kotak hitam yang lain dari pesawat PK-LQP Lion Air dapat ditemukan agar investigasi lebih lengkap.

Kotak hitamKompas.com

Walaupun demikian, ujarnya, dengan satu kotak hitam pun mestinya tim investigasi dapat terbantu untuk mencari penyebab jatuhnya Boeing 737 MAX 8 Penerbangan JT 610 Jakarta – Pangkal Pinang tersebut.

Ony menjelaskan, sesuai aturan internasional, tim investigator diberi batas waktu 12 bulan untuk mengungkap penyebab kecelakaan pesawat.

“Walau begitu, dalam waktu satu bulan tim investigasi harus menyampaikan preliminary reports, yaitu fakta-fakta kecelakaan pesawat tanpa disertai analisis. Hanya fakta-fakta saja,” ujarnya.

Mantan Ketua KNKT Tatang Kurniadi menyatakan, sesuai aturan internasional tim investigasi diberi waktu 12 bulan (satu tahun) untuk mengungkap penyebab kecelakaan pesawat terbang. Namun begitu, batasan ini tidaklah mutlak. “Apabila satu tahun belum selesai bisa ditambah lagi waktu 12 bulan. Demikian seterusnya,” ujar Tatang dalam dialog di TVOne.

Kotak HitamTribunnews.com

Investigasi penyebab kecelakaan pesawat, lanjut Tatang, sesungguhnya tidak dibatasi oleh waktu. Karena, hasil investigasi ini akan menjadi rekomendasi untuk keselamatan penerbangan selanjutnya. “Satu kasus di Perancis, bahkan ada yang sampai empat tahun proses investigasinya,” ungkapnya.

Dalam proses investigasi jatuhnya PK-LQP Lion Air, Tim KNKT mendapat bantuan dari tim National Transportation Safety Board (NTSB) Amerika Serikat serta tim ahli dari pabrik Boeing. Mereka bersama-sama akan mengungkap misteri jatuhnya pesawat baru 737 MAX 8 yang baru dioperasikan dua bulan oleh Lion Air sebagai launch customer pesawat ini.

Satu kotak hitam, ibaratnya baru bisa membuka setengah dari tabir penyebab kecelakaan pesawat. Kita harapkan satu kotak hitam lagi segera ditemukan.

(RON)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *