Bukit 3234, Pertempuran Berdarah Pasukan Payung Rusia

ANGKASAREVIEW.COM – Perang Soviet-Afganistan yang terjadi pada tahun 1980-an adalah salah satu perang berdarah yang dialami oleh pasukan Beruang Merah. Pasalnya, pasukan Soviet harus berhadapan dengan pejuang Taliban Afganistan yang tidak kenal menyerah.

Perang Afganistan sendiri terjadi akibat hegemoni pemerintah Uni Soviet yang tidak menginginkan Afganistan lepas dari cengkramannya.

Ribuan prajurit, tank, dan pesawat tempur dikerahkan untuk mengalahkan militan Afganistan. Walaupun kalah dalam persenjataan, militan Afganistan juga dibantu oleh sejumlah penasehat militer dari Amerika Serikat dan Pakistan. Bahkan, Paman Sam membekali militan dengan rudal panggul antipesawat, Stinger.

Pasukan Soviet dibuat haru biru. Bagaimana tidak, militan selalu berhasil menyerang konvoi militer yang mengangkut perbekalan bagi markas militer Soviet. Markas tersebut tersebar di penjuru gunung Afganistan.

Taktik hit and run selalu diterapkan militan Afganistan saat menyerang militer Soviet, karena mereka sadar sangat sulit untuk mengalahkan benteng atau markas militer Soviet.

Kompi ke-9Wikipedia

Salah satu pertempuran yang paling berdarah dalam sejarah Perang Afganistan, adalah pertempuran Bukit 3234. Pasukan Soviet berhasil mengalahkan militan dalam jumlah besar dalam Operasi Magistral di bawah arahan Jendral Boris Gromov pada  Januari 1988.

Operasi tersebut dilaksanakan untuk membuka jalan dari Gardez menuju Khost, dekat perbatasan Pakistan. Wilayah Khost berhasil direbut dan dikuasai oleh militan.

Militan tersebut dipimpin oleh Jalaluddin Haqqani yang dikenal sangat ahli dalam pertempuran di wilayah Afganistan. Ujung tombak dari pertempuran di Bukit 3234 adalah 345th Regiment serta 56th Brigade. Namun, justru Kompi ke-9 yang harus merasakan pahitnya pertempuran di bukit 3234.

Kompi yang berasal dari 345th Independent Guards Airborne Regiment ini ditugaskan untuk menguasai bukit setinggi 3234 meter tersebut. Bukit ini dikenal dengan sebutan “Highway of Death” dan harus direbut karena posisinya yang sangat vital.

Kompi ke-9War History

Kompi ke-9 diturunkan dengan helikopter pada suatu ketinggian di wilayah Bukit 3234. Sebanyak 39 prajurit komando tersebut mulai mengatur posisi pertahanan. Pasukan ini berisi pasukan yang sangat berpengalaman.

Kompi-9 mendapat serangan tak terduga dari militan. Bahkan, mereka menyerang dengan beragam senjata berat. Militan berusaha sekuat mungkin untuk merebut Bukit 3234. Mortir, senjata anti tolak balik, rudal Stingers, RPG, dan senapan mesin berat DShk dikerahkan untuk menaklukan pasukan payung Soviet.

Militan memulai serangan menggunakan perlindungan artileri yang kemudian dilanjutkan dengan serangan jarak dekat. Jumlah militan yang menyerang pun sangat banyak, sekira 200-250 orang bersenjata lengkap. Serangan militan sangat terkoordinasi, ini membuktikan bahwa ada pihak luar yang mengatur strategi penyerangan.

Kompi ke-9Youtube

Kompi ke-9 bertahan. Komunikasi terus dijaga dengan markas pusat. Tidak tinggal diam, markas pasukan Soviet mengerahkan artileri berat untuk menghalau gelombang serangan militan. Markas besar juga mengirim amunisi, perkuatan tambahan dan helikopter untuk mengevakuasi yang terluka. Pasukan komando Soviet berhasil menahan 12 serangan terkoordinasi dan mempertahankan bukit 3234.

Setelah pertempuran usai, Kompi ke-9 menemukan banyak mayat militan menggunakan kaos dengan simbol kotak berwarna hitam dan kuning, menandakan mereka berasal dari SSG Unit Pakistan.

Seluruh prajurit yang bertempur di Bukit 3234 mendapatkan Bintang Emas Pahlawan Uni Soviet. Keberhasilan pasukan payung Soviet mempertahankan Bukit 3234, membuktikan jika prajurit Soviet memiliki semangat tempur yang tidak mudah padam.

(RND)