Terima Armada Baru, Baharkam Polri Harap Dapat Penuhi Standar Minimal Jumlah Armada

ANGKASAREVIEW.COM – Sobat AR, dalam tulisan-tulisan sebelumnya telah dibeberkan bahwa Direktorat Kepolisisan Udara (Dit Polud) Baharkam Polri pagi tadi (Jum’at) 7/9/2018) telah menerima secara resmi satu unit pesawat CN295 dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Penerimaan armada baru tersebut dilangsungkan antara Kabaharkam Polri Komjen Pol. Moechgiarto dengan Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro.

Dipaparkan Moechgiarto usai menerima kunci dan meninjau tampilan dalam pesawat, ia menyebutkan bahwa armada fix wing yang kini telah berdinas di Dit Polud secra total berjumlah 11 unit yang terdiri dari berbagai pabrikan dan jenis.

Sedangkan jumlah armada helikopter mereka berjumlah kurang lebih 48 unit. Ia mengungkapkan, dalam waktu dekat Dit Polud akan menambah satu heli lagi dari PTDI berupa Bell 412EP. Sehingga total armada heli yang akan memperkuat Dit Polud tahun berjumlah 49 unit.

Sobat AR, terkait dengan jumlah tersebut, Moechgiarto menyebutkan bahwa kekuatan armada pesawat yang saat ini memperkuat satuan di bawahnya masih jauh dari harapan.

armada baruFery Setiawan

“Itu merupakan penambahan yang memang kalau kita lihat dari standar minimal kebutuhan masih jauh dari harapan yang kita inginkan ini. Kita setiap tahun mencoba untuk mengajukan pengadaan-pengadaan terkait dengan kebutuhan pesawat di jajaran Direktorat Kepolisian Udara,” ungkap Moechgiarto kepada awak media.

Ia menekankan, pihaknya tidak muluk-muluk untuk mengejar jumlah ideal armada pesawat yang mestinya memperkuat satuan di bawahnya, tapi hanya berusaha untuk memenuhi standar minimal yang dibutuhkan Dit Polud untuk mendukung tugas satuan lainnya di tubuh Polri.

“Kita enggak bicara ideal, standar minimal, bukan ideal. Kalau ideal, negara enggak mungkin mampu mencukupi ini. Ini standar minimal saja, kita kan membuat suatu standar kebutuhan-kebutuhan minimal peralatan udara itu sudah berapa yang kita inginkan,” tegasnya.

Baca Juga:

Ahead of Time, PTDI Serahkan CN295 dan Bell 412EP kepada Polri Lebih Cepat dari Jadwal

Intip Penampakan Luar dan Dalam Pesawat CN295 P-4501 Milik Polri

Soal pembelian armada CN295, ia menjelaskan bahwa pengadaan tersebut melalui pola KSA (kredit swasta asing), bukan dari APBN. Proses KSAnya dimulai tahun 2011 dan baru selesai tahun ini.

“Tujuh tahun baru selesai. Kalau APBN kita enggak mampu untuk mewujudkan membeli pesawat,” tutunya.

Ia juga menyebutkan, untuk menambah armada pesawat selanjutnya, pihaknya perlu melihat kondisi keuangan negara.

“Nanti kita lihat dengan kemampuan keuangan negara. Negara kan kalau nanti terbelit banyak hutang kan kita harus pertimbangkan itu. Kalau memang ada peluang untuk itu (menambah pesawat) ya kita ajukan, kalau tidak ada peluang ya kita tidak akan disetujui,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Elfien menjelaskan bahwa pesawat CN295 yang baru saja diterima Dit Polud mampu take off-landing di landasan yang panjangnya kurang dari 1.000 meter. Pesawat ini mampu mengangkut muatan seberat 9,2 ton dan bisa digunakan untuk terjun pasukan hingga 70 personel.

“Saya kita pesawat ini bisa memenuhi operasi Kepolisian Republik Indonesia,” cetusnya.

Elfien pun berharap kemesraannya dengan Dit Polud dan CN295 beregistrasi P-4501 ini tidak selesai sampai di sini.

https://www.instagram.com/p/BndgQfvAbS4/?utm_source=ig_web_copy_link

“Untuk serviceable, tentunya kita berharap yang memproduksi akan mendapatkan bagaimana produk support dan maintenance dari pesawat ini,” tandasnya.

(ERY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *